Friday, 20 July 2018

Bupati Ngawi, Ir Budi Sulistyono:  Hayati Perjuangan Kartini dengan Membuka Luas Akses Pembangunan Kesetaraan untuk Perempuan

post-top-smn

Bupati Ngawi, BUdi Sulistyono bersama istri, Antiek Sulistyono selalu mengedepankan program yang peduli perempuan

Ngawi, SMN – Proses pembangunan negeri tak boleh melupakan peran perempuan. Peran perempuan dalam kancah publik bukan lagi sesuatu yang tabu untuk dilakukan, asalkan tidak meninggakan sifat kodrati mereka. “Demikian pula pelaksanaan program pembangunan, kepentingan perempuan harus diperhatikan,” ungkap Bupati Ngawi, Budi Sulistyono.

Kanang, sapaan akrabnya, menyebutkan, masalah-masalah terkait perempuan bukan hanya milik para perempuan namun hal universal yang harus dipecahkan bersama. Hal ini mendasari program pembangunan Pemkab Ngawi dalam bidang kesehatan, pendidikan maupun pemberdayaan ekonomi.

Dalam bidang kesehatan, masalah yang dihadapi perempuan sejak belum mengandung pun sudah menjadi perhatian. Hal ini diimplementasikan dengan program yang mengarah pada kepedulian membentuk keluarga ideal dan terencana, memberikan pengertian mengenai pentingnya kesehatan reproduksi pada remaja serta tersedianya layanan rumah sakit untuk ibu hamil dan melahirkan.  “Dalam segi hukum, terdapatnya kerentanan perempuan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT, juga kita perhatikan, dengan mendirikan pos pelayanan terpadu bagi para korban sejak tingkat desa,” ungkap bupati dua periode ini.

Kabupaten Ngawi juga mencanangkan bulan pedul ibu hamil sejak April 2018, dengan tekad memperhatikan asupan gizi dan kesehatan ibu hamil demi pencegahan stunting, yakni terhambatnya pertumbuhan balita akibat kekurangan nutrisi. “Ibu yang sedang hamil, bebannya bertambah sehingga penting diperhatikan gizinya demi lahir generasi yang sehat dan cerdas,” ungkap Kanang.

Pada bidang pendidikan, tak ada batas perbedaan kelamin yang dapat dijadikan alasan untuk menghalangi perempuan dalam meraih cita-cita dan prestasi. Pemkab Ngawi bertekad untuk mencetak generasi-generasi terdidik tanpa pembatasan pelayanan pendidikan mendasar perbedaan jenis kelamin.

Pada pemberdayaan ekonomi, potensi perempuan untuk hadir dan mandiri diberi ruang luas untuk akses bantuan permodalan dan peningkatan kapasitas melalui pelatihan keterampilan.   Kanang pun berharap, peran publik yang diisi perempuan jangan sampai membuat lupa  kodrat. Karena, kesetaraan yang ingin diwujudkan dalam perjuangan Kartini, bukanlah untuk melawan kodrat namun demi tujuan mulia, yakni ketika perempuan semakin terdidik, mampu memberikan sumbangsih positif bagi diri sendiri, masyarakat dan negaranya.

Capaian yang dihasilkan para perempuan di era sekarang ini, juga cukup memuaskan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pos pejabat pemerintah yang diisi perempuan sejak perangkat desa, kepala desa, camat sampai kepala dinas. Jejak peran aktif perempuan ini juga terlihat dengan terisinya kuota perempuan di DPRD serta aktifitas lainnya yang dulu hanya dianggap lazim dilakoni para pria saja. “Jangan terbelenggu berbagai tradisi yang ada kalanya menghalangi kemajuan pada perempuan namun jangan melupakan kodrat perempuan sebagai seorang wanita dan ibu,” pesan Kanang. (adv/Humas Pemkab Ngawi/ari)

post-top-smn

Baca berita terkait