Sunday, 27 May 2018

Bupati Madiun Terima Sertifikat Eliminasi Malaria Dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia

post-top-smn
Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos menerima penghargaan Sertifikat Eliminasi Malaria dari Menteri Kesehatan RI dr. Nila F Moeloek

Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos menerima penghargaan Sertifikat Eliminasi Malaria dari Menteri Kesehatan RI dr. Nila F Moeloek

Madiun, SMN – Berhasil memberantas Malaria selama 3 tahun berturut-turut maka pada Senin, 14 November 2016 bertempat di Kantor Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di Jakarta, Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos menerima penghargaan Sertifikat Eliminasi Malaria dari Menteri Kesehatan RI dr. Nila F Moeloek.

Bupati Madiun menjelaskan, bahwa penghargaan Sertifikat Eliminasi Malaria yang diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada pemerintah Kabupaten Madiun karena Pemerintah Kab. Madiun melalui Dinas Kesehatan Kab. Madiun bersama masyarakat telah berhasil mengeliminasi terjadinya kasus malaria di masyarakat yaitu diwilayah Kec. Gemarang. Dijelaska pula, bahwa di Kabupaten Madiun ada tiga titik di Kecamatan Gemarang yang menjadi sasaran utama program eliminasi malaria yaitu di Ds. Gemarang, Ds. Winong, dan Ds. Durenan.

Meski dinilai telah berhasil dalam mengeliminasi malaria dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos meminta kepada masyarakat Kab. Madiun untuk tetap selalu waspada terhadap serangan penyakit malaria yang mungkin saja dibawa dari luar Kab. Madiun. Yang tidak kalah pentingnya agar penyakit malaria terulang lagi maka masyarakat mempunyai tanggungjawab untuk pencegahannya. Masyarakat dihimbu untuk selalu menjalankan pola hidup sehat dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya masing-masing untuk mencegah masuknya malaria.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Sulistyo Widyantoro menjelaskan bahwa sebelum tahun 2013, malaria menjadi penyakit endemis di Kabupaten Madiun, terutama di Kec. Gemarang. Sebelum tahun 2013, Pemkab. Madiun sebenarnya sudah pernah melakukan berbagai upaya untuk memberantas penyakit malaria, namun upaya tersebut gagal. Upaya yang pernah dilakukan antara lain pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa, menggunakan ikan kepala timah untuk memakan jentik malaria, dan pemberian obat bagi pasien. Selanjutnya pada tahun 2013, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun menerapkan metode kelambu anti nyamuk, dan ternyata berhasil yang ditandai dengan menurunnya jumlah penderita malaria di Kab. Madiun. Kalau dahulu dalam setahun sekitar 300 orang terkena maliria, tetapi saat ini jumlahnya kurang dari 10 orang.

Kadin Kesehatan juga mengimbau kepada masyarakat Kab. Madiun, untuk selalu waspada dan selalu melaksanakan program 3 M, yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur. Apabila ada masyarakat yang terkena hendaknya segera berobat ke dokter atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Jangan sampai ada anggota keluarga kita yang menjadi korban.

Perlu diketahui, bahwa Kementrian Kesehatan RI pada 14 November 2016 memberikan penghargaan Sertifikat Eliminasi Malaria kepada 5 kabupaten/kota di Indoensia yang dinilai berhasil memberantas penyakit Malaria. 5 daerah dimaksud yaitu Kab. Madiun, Kab. Aceh Barat Daya, Kab. Dairi, Kab. Pacitan dan Kab. Gorontalo Utara.

Menteri Kesehatan RI dr. Nila F Moeloek dalam sambutannya antara lain mengingatkan kepada para kepala daerah penerima penghargaan Sertifikat Eliminasi Maria agar tidak terlena dan terus menginagtkan kepada warga masyarakatnya untuk selalu menjaga kebersihan lingungan masing-masing. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah kemblinya malaria. Seperti kita tahu bahwa serangan malaria sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal. (sy/adv)

post-top-smn

Baca berita terkait