Monday, 21 May 2018

Bupati Madiun Menerima Anugerah Kawastara Pawitra

post-top-smn
Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos Menerima penganugerahan Kawastara Pawitra dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Kepala Sekolah (LPPKS)

Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos Menerima penganugerahan Kawastara Pawitra dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Kepala Sekolah (LPPKS)

Madiun, SMN – Sabtu, 13 Oktober 2016 Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos menerima penganugerahan Kawastara Pawitra dariLembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Kepala Sekolah (LPPKS)yang diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP.  bertempat di Ballroom Hotel Novotel Surakarta. Penganugerahan Penghargaan Kawastara Pawitra ini sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Madiun yang mempunyai komitmen tinggi untuk secara swadaya mengimplentasikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Jumlah Kabupaten/kota yang menerima penganugerahan Kawastara Pawitra se Indonesia sebanyak 110 daerah, sedangkan di Jawa Timur sendiri ada 10 Kabupaten/Kota.

Perlu diketahui, bahwa Pemerintah Kabupaten Madiun tahun 2012 telah secara swadaya mengirimkan calon Kepala Sekolah lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun untuk mengikuti program pendidikaan dan pelatihan bagi calon Kepala Sekolah di Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Kepala Sekolah (LPPKS) Kementrian Pendidikan dan Kebudyaan Republik Indonesia yang berlokasi di Kab. Karanganyar Provinsi Jawa Tengah. Pendidikan dan Pelatihan tersebut penting dilaksanakan bagi calon Kepala Sekolah guna memberikan bekal pengetahuan , pendidikan, pelatihan dan pengembangan diri sehingga pada saat diangkat menjadi Kepala Sekolah sehingga pada saat diangkkat menjadi Kepala Sekolah mereka akan benar-benar siap menjalankan amanat itu.

Perlu diketahui, bahwa  sejak tahun 2012 jumlah calon Kepala Sekolah yang telah mengikuti program pendidikan dan Pelatihan di LPPKS Kemendikbud Republik Indonesia sebanyak 150 orang dengan perincian sebagai berikut : 1. Tahun 2012 sebanyak 33 calon Kepala Sekolah terdiri : Calon Kasek Taman Kanak-kanak sebanyak 1 orang, Calon Kasek SDN sebanyak 23 orang, Calon Kasek SMP N sebanyak 5 orang, Calon Kasek SMAN/SMKN sebanyak 4 orang; 2. Tahun 2013 sebanyak 46 calon Kepala Sekolah terdiri: Calon KasekTaman Kanak-kanak sebanyak 4 orang, Calon Kasek SDN sebanyak 42 orang; 3. Tahun 2014 sebanyak 20 calon Kepala Sekolah terdiri: Calon Kasek SDN sebanyak 14 orang, Calon Kasek SMP N sebanyak 6 orang; 4. Tahun 2015 sebanyak 18 calon Kepala Sekolah SMAN/SMKN, dan pada; 5. Tahun 2016 sebanyak 33 calon Kepala Sekolah Dasar  Negeri (SDN).

Tekait dengan penganugerahan Penghargaan Kawastara Pawitra dari LPPK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos menyampaikan ucapan terimakasih. Ini merupakan bentuk apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Madiun yang telah berkomitmen untuk memajukan dunia pendidikan terkait dengan  Permendinas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Dan kedepannya program ini akan terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas calon Kepala  Sekolah demi perkembangan dunia pendidikan di Kab. Madiun.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP dalam sambutan pengarahannya antara lain menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Kepala Daerah (Bupati/Walikota) yang telah bersungguh-sungguh untuk memajukan dunia pendidikan secara umum dalam rangka meningkatkan kapasitas pribadi, kapasitas kepemimpinan, kapasitas managerial calon Kepala Sekolah di daerahnya masing-masing.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia akan terus berupaya untuk membuat perubahan secara besar-besaran di dunia pendidikan. Perlu diketahui, bahwa plafon pendidikan kita adalah ingin membangun landasan yang kokoh/kuat pada pendidikan nasional Indonesia melalui penguatan pendidikan karakter. Itu merupakan bagian dari komitmen Nawacita dari Presiden RI. Selanjutnya yang kedua adalah berupaya untuk mempertajam dan memperbanyak varian dalam penyediaan keahlian dibidang  pendidikan vokasi. Hal Ini penting karena kita akan memasuki era yang sangat tidak menentu, dan memiliki tingkat ketidak pastian yang sangat tinggi, seiring dengan perubahan yang ada dilingkungan strategis baik di tingkat regional, nasional maupun internasional.

Ada dua hal yang harus segera ditangani yang terkait dengan dunia pendidikan kita yaitu : 1. Kesenjangan termasuk kesenjangan dibidang pendidikan, 2. Menyiapkan tenaga kerja.

Terkait dengan penyiapan tenaga kerja disampaikan bahwa tenaga kerja SMK kita sebenarnya mampu bersaing dengan tenaga kerja negara lain.  Untuk itu kita tidak seharusnya mengirim tenaga kerja rendahan. Mengakhiri sambutannya Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP mengajak kepada semua yang hadir untuk bersama-sama membangun Indonesia  yang lebih hebat, lebih  maju dan lebih disegani negara lain. Tidak lupa ucapan terimakasih kepada semua Kepala Daerah yang telah menunjukkan etikat baiknya terhadap kemajuan pendidikan.Mendikdud juga mengajak kepada semua yang hadir untuk yakin serta sepakat untuk mebangun Indonesia dimulai dari pendidikan bukan dari yang lain. Diingatkan, saat ini Pemkab dan Pemrov belum konsistendalam merealisasi anggaran pendidikan. Berdasarkan laporan yang masuk belum ada propinsi yang telah memenuhi 20 % anggaran pendidikannya. Sebagain besar anggaran pendidikan masih diambilkan dari anggaran  Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Dihimbau kepada Kepala Daerah yang hadir untuk mempelopori 20 % anggaran pendidikan diambilkan dari anggaran daerah murni bukan dari DAU/DAK. Dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berjanji akan mengapresiasi upaya tersebut dengan mengundang Kepala Daerah yang berhasil ke Jakarta untuk menerima penghargaan. (sy/adv)

post-top-smn

Baca berita terkait