Thursday, 20 June 2019

Bupati Ipong Muchlissoni Gelar Istighotsah, Demi Keselamatan dan Kebaikan Ponorogo

post-top-smn
Suasana Istighotsah

Suasana Istighotsah

Ponorogo, SMN – Pasca dilantiknya pasangan Bupati Ponorogo terpilih H.Ipong Muchlissoni dan Djarno oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo beberapa waktu yang lalu, Dalam mengungkapkan rasa syukurnya Pemkab Ponorogo menggelar “Pesta Rakyat” dengan beraneka ragam seni yang ditampilkan dengan artis-artis dari ibu kota Jakarta dan Propinsi Jawa Timur diantaranya Krisdayanti, Reza Artamevia, Brodin Palapa grup dan seni wayang kulit semalam suntuk oleh Dalang Enthus Susmono dengan lakon “Gatot Kaca Jadi Raja Pukul.” Pagelaran berjalan tertib, aman dan kondusif.

Bupati Ipong selain berjiwa seni juga sosok yang relegius dan tidak pernah melupakan berdoa, pasalnya dia bersama Forpimda dan seluruh elemen masyarakat Ponorogo juga menggelar doa bersama atau Istighotsah yang dipimpin langsung oleh ketua umum PBNU KH.Said Aqil Siradj di pendapa pada hari rabo 24/2 kemarin. Hal ini sesuai dengan visi pasangan H.Ipong Muchlissoni dan Djarno pada saat kampanye beberapa waktu yang lalu “Ponorogo Lebih Maju, Berbudaya dan Religius. ”Istiqotsah ini kami gelar demi untuk keselamatan dan kemajuan Ponorogo sesuai dengan visi kami,” ujar Ipong Muchlissoni.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Forpimda, para alim ulama, tokoh masayarakat, semua SKPD Pemkab Ponorogo dan ribuan masyarakat Ponorogo yang ikut dalam mendoa yang dipimpin langsung oleh ketua umum PBNU KH.Sahid Aqil Shiradj,” Kami menggelar Istiqotsah ini berdoa untuk kebaikan dan kemakmuran warga Ponorogo,sekaligus merupakan rangkaian acara tasyakuran selesainya Pilkada 9 Desember 2015 yang lalu dan kemenangan Bupati terpilih H.Ipong Muchlisoni dan Djarno”, tambahnya.

Selain Forpimda hadir pula perwakilan dari Aisyah, Ansor, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) para pejabat dan pegawai Pemkab Ponorogo yang memadati kawasan pendapa. “Ini bentuk guyub rukun masyarakat bumi reyog,seluruh elemen masyarakat bersatu, demi kemajuan dan keselamatan Ponorogo tercinta.” Demi untuk kemajuan dan keselamatan Ponorogo siapapun boleh datang mendoa tanpa terkecuali,” urainya.

Lebih lanjut Ipong membeberkan, warga Ponorogo selama ini banyak yang berbeda karakter,namun kami akan lebih menyatukan banyak karakter-karakter masyarakat Ponorogo yang berbeda-beda. Baik “Wong Abangan maupun bukan” semua kita rangkul sehingga menjadi satu kesatuan yang kuat guna untuk mendukung kemajuan Ponorogo dan penyemangat kerja kami. Ujarnya.

Bupati turut memeriahkan Pesta Rakyat

Bupati turut memeriahkan Pesta Rakyat

Menurutnya, setelah berkeliling semua desa dan dusun sekabupaten Ponorogo setiap dusun ada kelompoknya jadi warga masyarakat Ponorogo sudah mempunyai rasa persatuan dan kesatuan yang kuat meskipun berbeda-beda karakternya.” Setelah kami berkeliling semua desa dan dusun sekabupaten Ponorogo ini, setiap dusun sudah ada kelompoknya baik itu kelompok ibu-ibu maupun bapak-bapak, itu menandakan masyarakatnya sudah sadar akan rasa persatuan dan kesatuan dan semangat beragama yang luar biasa”, jelenterehnya.

Pihaknya berharap, “Masyarakat Ponorogo dapat menjadi masyarakat yang mengembangkan relegius atau beragama dengan semangat yang besar namun tidak meninggalkan kebudayaan Ponorogo, sesuai dengan visi kami”, pungkas Ipong. (hms/adv/wied)

post-top-smn

Baca berita terkait