Sunday, 16 December 2018

Bupati Faida Titip Amanat Kepada Pejabat Untuk Tidak Ingkari Sumpah Jabatan

post-top-smn

JEMBER, SMN – Bupati Jember, dr Faida MMR, menitipkan amanat kepada 10 (sepuluh) pejabat yang di lantik pada pagi tadi yang dilaksanakan di Pendapa Wahyawibawagraha untuk di tempatkan di beberapa wilayah di Kabupaten Jember, mengatakan bahwa jangan sekali-sekali para pejabat mengingkari sumpah jabatan yang telah diucapkannya.

Sebab menurut dr Faida, keberkahan dalam bekerja dimulai dari kesungguh-sungguhan dalam bertugas dan, niat baik serta kejujurannya.

Bupati Faida juga menghimbau kepada pejabat yang di lantik bahwa dalam situasi tahun-tahun politik ini diharuskan mengedepankan kepentingan-kepentingan lain selain propesionalitas di tugas masing-masing.

“Jangan sekali-kali kepentingan politik berada di depan kepentingan-kepentingan tugas jabatan, karena sejatinya saudara-saudara adalah pejabat yang mengemban tugas kepentingan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Para 10 pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, yang di lantik antara lain adalah Umi Kulsum S PSi yang menempati posisi sebagai Kasi Pengarusutamaan Gender dan Perempuan di DPPAKB, Sirojudin sebagai Kasi Trantib di Kecamatan Ajung, Drs. Supriyono SH MM sebagai Kasipem kecamatan Sumberjambe, Teguh Sulistya SKM sebagai Kasi Pembangunan dan Publikasi Penyuluhan di Dinsos, Kukuh Hidayat S. Kep sebagai Kasi Pelayanan dan Rehabilitas sosial Anak dan Lanjut Usia di Dinsos.

Selanjutnya ada Drg. Citawati Mustikaningsih sebagai Kasi Pengelolaan pendataan fakir miskin dan jaminan sosial di dinsos, Tatang Prijanggono sebagai Sekcam Bangsalsari, Miftahul Fauzi sebagai sekcam Umbulsari, Akbar Winasis SE sebagai Kabid Pembedayaan Sosial di Dinsos, dan Drs. Armadi sebagai Kasi Pembedayaan Kesos di Kecamatan Panti.

Sebelumnya dalam sambutan Bupati Faida menyampaikan, mudah-mudahan dengan jabatan yang baru ini menjadi dan kesempatan emas bagi bapak dan ibu, untuk meningkatkan pengabdian, memperbaiki kinerja dan memberikan pengabdiannya kepada masyarakat.

“Tempat yang baru bukanlah tempat yang disambut dengan rasa resah dan rasa haru, karena sejatinya manusia mudah beradaptasi dan dilahirkan untuk mudah bersatu dengan yang lainnya,” tambahnya.

Oleh karena banyak tempat-tempat yang ada diwilayah, dan sengaja bapak dan ibu diberi kesempatan untuk bertugas diwilayah untuk melakukan sosialisasi dengan lebih baik, dengan kemudian yang ada diwilayah kembali kepada Dinas dan Sekretariat Pemerintah Kabupaten untuk kembali beradaptasi dan meningkatkan kemampuan admistrasi dan pengolaan program.

Bupati Faida mengatakan, suka duka tempat seperti ini diharapkan dapat menjadi satu kolaborasi bukan pengalaman, saling mengutamakan, saling mendukung, dan saling membantu satu dengan yang lain. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait