Friday, 19 October 2018

Bupati Faida : Kita Harus Belajar Mencintai Produk Lokal

post-top-smn

JEMBER, SMN – Bupati Jember, dr. Faida, MMR menegaskan jika warganya diminta untuk mencintai serta mengonsumsi produk lokal, itu artinya warganya sudah berkontribusi dalam membela bangsa dan tanah air Indonesia.

Hal ini seperti yang disampaikan Bupati Faida di hadapan siswa siswi SMKN 5 Jember, dalam acara pembukaan Satu Sekolah Satu TNI.

“Saya berharap seluruh siswa di Kabupaten Jember mempunyai pengetahuan yang meningkat dari produk lokal dari Kabupaten Jember dan produk-produk yang sejatinya harus ditinggalkan dalam konsumsi sehari-hari sebagai manifestasi bela negara kita,” ajak Bupati Jember.

Bahkan kata Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jember ini, seperti Presiden RI, Joko Widodo beberapa waktu yang lalu juga menyerukan untuk stop ngopi Starbuck, yaitu warung kopi berjaringan negara lain.

“Sekarang stop untuk Starbucks dan sejenisnya, ganti dengan yang tadi saya sebutkan soto, sate, tahu guling, timlo, nasi liwet, tengkleng, dan produk-produk yang menjadi unggulan daerah: telur asin, batik, kerajinan tangan,” kata Bupati Faida seperti melansir pernyataan Presiden Joko Widodo di setkab.go.id pada 15 Juli 2018 lalu.

Bupati Faida, menirukan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo, bahwa ini bukan semata soal pendapatan bagi negeri ini, tetapi keberpihakan rakyat kepada brand-brand lokal itu yang terpenting.

Nah, di tengah serbuan produk-produk impor dari luar negeri, produk lokal juga terus berusaha naik agar tidak terpinggirkan. Kualitasnya juga nggak kalah bagus, dan tentunya kamu bakal menjadi salah satu yang mensupport produk Indonesia, ya kan?

“Ini ada beberapa alasan yang bisa bikin kita menyadari untuk lebih cinta dengan produk lokal, antara lain pertama produk lokal mendukung perekonomian produsen lokal,” paparnya.

Sebab dengan membeli dan menggunakan produk lokal, menurut Bupati Faida, ini berarti memberi pemasukan untuk para produsen lokal, yang berarti juga pemasukan tersebut meningkatkan kesejahteraan mereka sebagai penduduk Indonesia.

“Siapa yang nggak senang kalau orang-orang Indonesia makin membaik dalam hal perekonomian? Yang kedua, yaitu produk lokal ramah lingkungan, karena produk lokal tidak menghabiskan banyak bahan bakar untuk distribusinya.

“Misalkan saja, Jeruk Semboro pastinya membutuhkan lebih sedikit bahan bakar ketimbang jeruk dari Amerika, ya kan?” bebernya.

Yang ketiga yaitu produk lokal membuat kita menarik. Sebagai contoh wanita Indonesia selalu bisa tampil cantik dengan batik ataupun kebaya. Kenapa? Karena memang pakaian tersebutlah yang diciptakan oleh kultur Indonesia dan diperuntukkan untuk orang Indonesia pula.

“Sama seperti daerah-daerah lain yang memiliki pakaian atau corak khas yang membuat penduduk lokalnya tampil lebih menarik dan punya ciri khas tersendiri, misal corak khas Jember adalah daun tembakau,” ungkapnya lagi.

Menggunakan produk lokal berarti menunjukkan eksistensi Indonesia.

“Kita akan lebih bangga lagi kalau kamu melihat bule memakai baju batik atau bertuliskan “I Love Indonesia.” Tuh, mereka aja mau memakai produk lokal, kita sebagai tuan rumah tentunya jangan mau kalah. Apalagi jangan sampai ada bule yang datang ke Indonesia dan melihat penduduk lokalnya malah memakai baju dengan brand-brand yang ada di negara mereka,” ulasnya.

Produk lokal diakui dan dicintai brand luar negeri. Selebriti dunia bahkan atlit dunia juga menggunakan produk Indonesia untuk perlengkapan mereka.

“Jadi, sudah seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia, lebih mencintai produk dalam negeri dong. Sudah saatnya mukai sekarang kita menjadi bagian dari anak bangsa yang cinta produk lokal. Belajarlah untuk mencintai produk dalam negeri karena brand dunia pun sudah mengakui kualitas barang lokal kita,” pungkasnya. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait