Wednesday, 26 June 2019

Bupati dan Wabup Tulungagung Pantau Unas SMP dan MTs

post-top-smn
Bupati Tulungagung saat memantau langsung pelaksanaan UNAS SMP dan MTs

Bupati Tulungagung saat memantau langsung pelaksanaan UNAS SMP dan MTs

Tulungagung, SMN – Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, SE, MSi dan Wakil Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, MM (SAHTO) beserta Forpimda terjun langsung memantau pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK) SMP/MTs di beberapa SMP dan MTs. Dari lembaga yang didatangi salah satunya adalah SMPN 1 Tulungagung, SMPN 1 Kauman dan MTsN Bandung Kecamatan Bandung Tulungagung, Senin (9/5/2016)

Sekolah pertama yang ditinjau yakni SMPN 1 Tulungagung, secara teknis tidak diketemukan kendala berarti di sekolah tersebut, kendati masih pertama melaksanakan UNBK. Namun, disaat peninjauan di SMPN 1 Kauman, diketemukan adanya kendala dalam pelaksanaan UNBK terkait laptop siswa yang troble.

“Sedikitnya ada tiga laptop siswa yang troble di SMPN 1 Kauman. Namun, semua bisa segera diatasi dengan menggunakan laptop cadangan,” ungkap Bupati Syahri Mulyo usai peninjauan kemarin.

Syahri mengatakan, untuk kendala yang dihadapi saat ini dengan adanya laptop siswa yang troble. Hal ini merupakan sebuah kewajaran sebab pelaksanaan UNBK tingkat SMP masih pertama kali. Selain itu, adanya kendala seperti saat ini bisa menjadi bahan evaluasi guna menghadapi UNBK di tahun depan. “Nanti dinas pendidikan dan kebudayaan supaya memikirkan hal itu agar kejadian ini ditahun mendatang tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Bupati berharap dari kegiatan ini bisa ada peningkatan kualitas hasil UN, selain tingkat kelulusan juga integritas. Karena, dari UN yang sangat penting adalah integritas dan kejujuran siswa dalam mengerjakan soal – soal. Terlebih saat ini para siswa-siswi yang mengikuti UNBK.

“Semakin banyaknya sekolah yang melaksankan UNBK itu artinya jaminan integritasnya semakin tinggi,karena dengan sistem komputer ini dipastikan setiap orang itu hanya mengerjakan soal yang tidak ada duplikasinya di teman-teman yang lain, sehingga bisa dipastikan mengerjakan tugas secara mandiri, tidak ada saling contek mencontek dan tidak mungkin tolah-toleh kanan-kiri,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tulungagung, Iswanto, bahwa pelaksanaan ujian berlangsung selama empat hari. Dari matapelajaran yang di ujikan adalan Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA, sedangkan tiap soal matapelajaran yang diujikan selama 2 jam.

“Dari Ujian tersebut diikuti oleh 117 lembaga sekolah SMP, 48 SMP Negeri, 26 SMP Swasta, 4 SMP Terbuka dan 8 MTs, dengan 21 rayon SMP, 8 MTs dan 29 subrayon. Dari keseluruhan yang mengikuti ujian nasional ada 15048 siswa, 11887 dari SMP dan 4161 dari MTs,” paparnya. (rud/adv/hms)

post-top-smn

Baca berita terkait