Sunday, 20 May 2018

Bupati Bersama Dinas Pertanian Gelar Teknologi dan Display Varietas Tanaman Pangan dan Hortikultura

post-top-smn
Bupati Bondowoso saat menunjukkan hasil pertanian.

Bupati Bondowoso saat menunjukkan hasil pertanian.

Bondowoso, SMN – Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni, tidak hanya ingin menjadikan Kabupaten Bondowoso sebagai kiblat pertanian organik di Indonesia. Namun ia berkomitmen untuk menjadikan pertanian di ‘Republik Kopi’ Bondowoso ini sejajar dengan pertanian yang ada di Thailand.

Selain itu, Bupati juga ingin menjadikan Kabupaten Bondowoso sebagai daerah dengan basis pertanian pangan maupun holtikultura dan tanaman perkebunan.

Hal itu disampaikan Bupati dua periode ini saat hadir dalam gelar Teknologi dan Display Varietas Tanaman Pangan dan Hortikultura di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Desa Besuk, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Kamis (17/11/2016) kemarin.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pertanian terus menambah pembinaan, baik sumber daya manusia (SDM) nya yaitu petaninya maupun penyuluhnya.

Selain itu, disisi teknologi juga dilakukan modernisasi dengan memberikan bantuan berbagai alat mesin pertanian. Tak ketinggalan, Dinas Pertanian sebagai ujung tombaknya juga terus menginstrodusir bibit-bibit baru yang terbukti menarik minat masyarakat.

Teknologi yang digunakan untuk mendapat bibit unggul yaitu dengan merekayasa benih, merekayasa tanah agar menjadi unsur hara, merekayasa musim, dan merekayasa teknologi pemasaran hasil pertanian.

“Dengan adanya alih teknologi pertanian ini semoga akan merangsang para pemuda untuk menjadikan pertanian sebagai profesinya dan bertani dengan sadar bukan karena warisan. karena dengan teknologi yang baik pertanian menjadi sesuatu yang sangat menjanjikan,” ujar Bupati Amin.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, H Karna Suswandi mengaku sangat senang karena program yang dikembangkannya untuk peningkatan produksi pangan di Bondowoso mendapat dukungan penuh dari Bupati Amin Said Husni. Selain didukung bupati, pihak swasta juga mendukung yaitu dalam hal produsen bibit unggul.

“Saya sangat berterima kasih pada semuanya, karena tanpa dukungan semua pihak Dinas Pertanian Bondowoso tidak akan mampu melaksanakan amanat yang cukup berat ini,” ucapnya.

Tidak hanya itu saja yang Karna katakan, ia juga mengungkapkan upaya bupati menjadikan Bondowoso sebagai pusat pertanian organik ketika para petani yang saat ini masih sangat bergantung pada pupuk kimia. Tetapi, lanjutnya, bupati tetap mengkampanyekan pertanian organik dan saat ini hasilnya sudah dirasakan.

“Dengan upaya beliau ini, saat ini hasil padi organik akan menembus pasar ekspor,” kata Karna.

Sekadar informasi, Di BPP Besuk ada 21 jenis tanaman dengan 233 varietas. Tiga diantaranya yaitu padi 42 varietas, sayuran 56 varietas, dan jagung 23 varietas merupakan tanaman unggulan yang berpotensi dikembangkan di Bondowoso.(dar)

post-top-smn

Baca berita terkait