Wednesday, 23 May 2018

BUMN PT Semen Indonesia Catat Penjualan Tahun ini Meningkat

post-top-smn
Ratusan sak semen gresik siap di distribusikan

Ratusan sak semen gresik siap di distribusikan

Surabaya, SMN – Badan Usaha Milik Negara PT Semen Indonesia (Persero) mencatat produsen semen di Indonesia memprediksi penjualan semen domestik tahun ini hanya tumbuh sebesar 2,5%. Angka ini meleset dari proyeksi penjualan semen tahun ini yang mencapai 4%.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Agung Wiharta mengatakan realisasi pertumbuhan ekonomi tahun ini ternyata tidak setinggi yang diharapkan oleh produsen semen di dalam negeri. “Di beberapa daerah penjualan semen anjlok cukup tajam seperti Kalimantan karena terdampak masih lesunya sektor pertambangan,” kata Agung Wiharta, Senin (28/11).

Agung menjelaskan, penjualan semen domestik pada periode Januari sampai Oktober hanya mengalami pertumbuhan sebesar 1,5% dengan total penjualan sebanyak 50,766 juta ton. Daerah yang mengalami pertumbuhan paling tinggi yakni pulau Sulawesi sebesar 17,3%. Total konsumsi semen di pulau tersebut mencapai 4,442 juta. Sedangkan Kalimantan justru mengalami penurunan paling tajam yakni sebesar 10,8%.

Total konsumsi semen di pulau itu pun hanya mencapai 3,492 juta. “Permintaan semen menjadi salah satu indikator sahih keadaan ekonomi di suatu daerah. Sulawesi pertumbuhan ekonominya cukup bagus ditopang oleh agrikultur maupun infrastruktur,” jelasnya.

Sedangkan pada bulan Oktober tahun ini penjualan semen domestik mengalami penurunan sebesar 7,9% dibandingkan dengan bulan September tahun ini. “Properti dan daya beli masyarakat belum terlalu membaik. Penjualan semen mayoritas masih ditopang oleh retail sebesar 80%,” terangnya.

Sedangkan segmen infrastruktur hanya berkontribusi sebesar 12 sampai 15%. Dia mengatakan, pada bulan Desember biasanya penjualan semen domestik akan mengalami penurunan cukup tajam.

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) pun mampu menikmati pertumbuhan penjualan semen sebesar 1,3% pada periode Januari sampai Oktober tahun ini. Total penjualan SMGR pada periode tersebut mencapai 21,192 juta ton di dalam negeri. “Pangsa pasar kami juga mengalami kenaikan dari 41,2% menjadi 41,7%. Angka ini cukup bagus di tengah maraknya pemain baru asing yang gencar masuk ke pasar Indonesia,” ungkap Agung. Penjualan ekspor SMGR juga mengalami pertumbuhan sebesar 15,2%. Total ekspor SMGR mencapai 483.175 ton.

Pasar ekspor perseroan selama ini ke Bangladesh, Maladewa maupun Timur Tengah. “Untuk ekspor hanya sedikit kontribusinya. Ekspor hanya tambahan ketika tidak semuanya terserap domestik,” terang Agung. (mad)

post-top-smn

Baca berita terkait