Thursday, 23 May 2019

Bulog Jelaskan Mahalnya Daging Impor Sampai di Pasar

post-top-smn
Mahalnya Daging Impor Sampai di Pasar

Mahalnya Daging Impor Sampai di Pasar

Surabaya, SMN – Pemerintah menugasi Perum Bulog untuk mengimpor daging kerbau asal India. Harga jualnya pun jika dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia sedikit lebih mahal. Namun Bulog memiliki alasan mahalnya daging kerbau impor itu hingga di pasar.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Wahyu menjelaskan, harga beli daging kerbau impor dari India oleh Malaysia dan Indonesia hampir sama. Malaysia membeli dengan harga US$ 3,55 per kilogram (kg) dan Bulog membeli lebih murah dengan harga US$ 3,50 per kg. Bulog membeli dengan perhitungan kurs dollar Rp 13.200.

Ia menjelaskan, setelah sampai di pelabuhan, maka daging kerbau impor asal India tersebut dikenai pajak. Misalnya Bea Masuk (BM) sebesar 5 persen, Pajak Penghasilan (PPh) 2,5 persen, biaya karantina Rp 125 per kg, biaya handling di pelabuhan sampai masuk ke gudang (coldstroge) total Rp 1.500 per kg dan biaya sewa coldstorage sebesar Rp 2.500 per kg.

Sedangkan Malaysia impor daging kerbau tidak dikenakan pajak BM dan PPh, mereka hanya dikenakan biaya karantina saja. Kemudian, Malaysia menjual daging kerbau impor untuk eceran dengan harga setara Rp 52.800 per kg. Untuk penjualan daging grosir ke pedagang besar paling murah setara Rp 46 ribu per kg.

Sementara di Indonesia dijual dengan harga Rp 65 ribu per kg. Bulog menjualnya sebesar Rp 56 ribu per kg untuk pedagang besar dan Rp 60 ribu per kg untuk pedagang kecil. “Sementara harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk daging kerbau impor maksimal Rp 65 ribu per kg, tidak boleh lebih,” jelas Wahyu, Jumat (7/10).

Dengan perhitungan tersebut di atas, ia mengklaim, pihaknya dapat memperoleh margin keuntungan rata-rata sekitar Rp 800 per kg. Dengan margin keuntungan sebesar itu, maka Bulog sebagai BUMN mendapatkan keuntungan.

Dari impor tahap pertama sebesar 10 ribu ton, Bulog sudah mendatangkan sebanyak 7.800 ton dan sebanyak 6 ribu ton sudah terjual di pasar. Sementara Bulog juga tengah memproses impor daging kerbau untuk tahap kedua sebesar 70 ribu ton dari India.

Bila benar margin keuntungan Bulog sekitar Rp 800 per kg, maka untuk impor tahap pertama ini, kalau semuanya terealisasi maka Bulog mengantongi margin keuntungan kurang

lebih Rp 8 miliar. Jika tahap kedua 70 ribu ton masuk dan terjual semua, Bulog kembali mengantongi margin keuntungan kurang lebih Rp 56 miliar. (afr/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait