Wednesday, 19 December 2018

Bulog Impor Jagung 200 Ribu Ton Hingga Akhir Tahun

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

Surabaya, SMN  –  Guna mencukupi kebutuhan stok komoditi jagung untuk skala nasional, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor. Adapun jagung yang diimpor Bulog yakni asal Amerika sebanyak 200 ribu ton dan dilakukan hingga akhir tahun 2016.

“Kami telah melakukan tender dalam pengadaan jagung impor ini. Ada dua perusahaan yang ikut tender satu dari perusahaan yang terafiliasi dengan Singapura dan satu lagi dari New York, AS. Pemenang tendernya adalah AS,” kata Direktur Pengadaan Perum Bulog, Wahyu, Senin (24/10).

Menurutnya, perusahaan asal AS yang memang tender dikarenakan mampu melakukan pengadaan jagung sebanyak 200 ton ton dengan harga yang lebih murah. Proses pelelangan pun, kata dia, secara terbuka dan transparan. “Bulog tidak memilih, tetapi semua melalui proses yang terbuka dan yang paling murah harga serta memenuhi segala persyaratan adalah pemasok dari New York,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, untuk sumber pengadaan jagung bisa dari AS, Brasil atau Argentina. Hal itu sesuai dengan surat izin yang sudah diterima Bulog dari Kemdag. “Ingat kami bukan memilih, tetapi pemenang lelangnya seperti itu,” ulasnya.

Menurut Wahyu jagung impor ini pertama-tama diperuntukkan untuk kebutuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan untuk stok nasional. Sebab saat ini, Bulog menjadi satu-satunya importir tunggal untuk jagung pasca Kementerian Pertanian (Kemtan) mengendalikan impor jagung.

Sebelumnya, pemerintah mengklaim tidak akan mengimpor jagung untuk memenuhi kebutuhan baik konsumsi industri pakan ternak maupun pangan mulai 2018. Untuk memenuhi itu semua cukup diperoleh dari produksi jagung domestik.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan sejuta hektare (ha) lahan jagung di 2018 yang ditargetkan dapat menghasilkan sejuta ton jagung setiap panen. Dalam setahun, diperkirakan petani dapat memanen sebanyak enam kali. Sehingga total produksi jagung nasional bisa mencapai 6 juta ton per tahun.

“Paling lambat 2018 tidak impor jagung lagi. Karena kebutuhannya kurang lebih hanya sekitar 3-4 juta ton,” ujar Amran. Setiuap tahunnya, pemerintah melalui Perum Bulog masih mengimpor komoditas jagung. Namun, menurut Amran, jumlahnya sangat kecil, yaitu sekitar 900.000-1 juta ton. Jumlah tersebut menurun jauh dibanding realisasi impor pada tahun lalu yang mencapai 3,6 juta ton. Artinya, ada penurunan impor jagung sebesar 2,6 juta ton. (afr/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait