Wednesday, 23 May 2018

Bude Karwo: Konsumsi Ikan Untuk Cerdaskan Anak Bangsa

post-top-smn
Bude Karwo Didampingi Ketua DWP Jatim, Wakil Ketua FORIKAN Pusat dan KaDisKanLa Jatim Memukul Gong Pembukaan Gebyar Hari Ikan Nasional di Pakuwon Golf

Bude Karwo Didampingi Ketua DWP Jatim, Wakil Ketua FORIKAN Pusat dan KaDisKanLa Jatim Memukul Gong Pembukaan Gebyar Hari Ikan Nasional di Pakuwon Golf

Surabaya, SMN – Sumber protein dan vitamin yang terkandung dalam ikan sangat baik untuk kesehatan manusia, terutama kecerdasan anak. Dimana, 80 persen kecerdasan dan pertumbuhan anak sangat ditentukan pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, termasuk sejak masih dalam kandungan. Untuk itu, kepada semua masyarakat Jatim terutama ibu-ibu, agar membiasakan diri untuk rutin mengkonsumsi ikan sejak hamil hingga menyusui. Demikian disampaikan Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si saat membuka Lomba Inovasi Kuliner Berbahan Baku Ikan Tingkat Pelajar dan Masyarakat di Imperial Ballroom Pakuwon Golf and Family Club Surabaya, Rabu (16/11).

Bude Karwo, sapaan akrabnya mengatakan, pemahaman pentingnya mengonsumsi ikan bagi kesehatan tubuh manusia perlu terus disosialisasikan di seluruh Jatim, terutama bagi ibu-ibu. Untuk itu, Forikan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Jatim terus berinovasi melakukan kegiatan yang bertujuan meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat. “Kami mendorong ibu-ibu sejak hamil sampai menyusui 2 tahun untuk rutin mengonsumsi ikan.  Ini sangat baik untuk pertumbuhan otak anak, yakni membentuk kecerdasan mereka. Kalau ibu-ibu di Jatim mengkonsumsi ikan dengan baik, anak-anak akan tumbuh pintar. Sehingga ke depannya masyarakat Jatim menjadi pintar dan perekonomian kita meningkat,” katanya.

Ia menyampaikan, dari tahun ke tahun tingkat konsumsi ikan di Jatim terus meningkat, akan tetapi masih kalah dengan nasional. “Kami melihat angka konsumsi ikan di Jatim sangat bervariatif, sudah ada peningkatan tapi masih di bawah tingkat nasional. Di Jatim ini progresnya baik sekali, dari dulu yang hanya 16 kg per kapita/tahun, kini sudah meningkat menjadi 34 kg per kapita/tahun. Tapi ini masih di bawah tingkat nasional,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Jatim ini.

Di Jatim sendiri, menurutnya, punya potensi luar biasa terkait produksi ikan. Di pantai selatan Jatim punya potensi ikan tangkap sebesar 60 persen dan 40 persennya nya di pantai utara. Akan tetapi, di wilayah pantai selatan yang seharusnya punya potensi tangkap ikannya 60 persen, saat ini baru menghasilkan 30 persen. Sebagian besar masih menghasilkan ikan budidaya. “Ini kenapa di pantai utara yang potensi ikan tangkapnya 40 persen, tapi bisa menghasilkan 70 persen dari keseluruhan potensi ikan di Jatim. Termasuk di beberapa daerah seperti Pacitan, Tulungagung dan Kediri yang masih rendah tingkat konsumsi ikan, padahal potensi tangkap ikannya 60 persen Pakde Karwo (Gubernur Jatim) juga titip pesan bahwa negara kita yang merupakan negara maritim harus bisa meningkatkan hasil ikan tangkapnya, terutama di Jatim,” kata isteri orang nomer satu di Jatim ini.

Ia mencontohkan, konsumsi ikan di negara Jepang sangat tinggi. Mulai makanan pembuka sampai makanan penutup semua menggunakan ikan, dan hasilnya sebagian besar masyarakat Jepang cerdas. “Di Jepang yang banyak mengonsumsi ikan, Usia Harapan Hidup (UHH) perempuan 82 tahun, kalau kita disini masih sekitar 60 tahun untuk perempuan. Ini sangat dipengaruhi oleh makanan yang dimakan,” ujarnya.

Lebih lanjut menurutnya, kegiatan seperti Lomba Inovasi Kuliner Berbahan Baku Ikan ini sangat baik sebagai upaya menyosialisasikan gemar makan ikan. Diskanla Jatim bersama Forikan dan berbagai elemen yakni pelahjar dan mahasiswa berupaya meningkatkan konsumsi ikan dengan berinovasi kuliner. “Saya sangat mengapresiasi lomba ini. Semua elemen harus terlibat dalam gerakan makan ikan, mulai dari  rumah dan sekolah. Kegiatan seperti ini sangat baik sebagai bagian dari inovasi untuk terus meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat Sekaligus kita memberikan edukasi yang luar biasa. Kita bangga melihat para peserta lomba yang penuh semangat menunjukkan keahlian membuat inovasi masakan kuliner. Semoga keterampilan ini bisa dikembangkan dengan mengajak anggota keluarga dan orang terdekat untuk selalu makan ikan,” ujarnya.

Di akhir, Bude Karwo berpesan kepada anak-anak dan mahasiswa untuk sehat, cerdas, dan kuat sehingga mampu menyesuaikan terhadap setiap perubahan. Ia juga mengingatkan pentingnya etika. “Cerdas penting, tapi tak cukup hanya cerdas, etika itu juga sangat penting. Penelitian mengatakan saat ini kita mengalami degradasi moralitas. Rumah adalah pembelajaran utama untuk etika. Saya pesan kepada ibu-ibu untuk menjadi contoh bagi anak-anak kita,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim, Ir. Heru Tjahjono, MM, menyampaikan bahwa kegiatan Lomba Inovasi Kuliner Berbahan Baku Ikan ini sebagai bagian memperingati Gebyar Hari Ikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 November. Lomba ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi menu makanan ikan, mempromosikan masakan ikan kepada masyarakat, mendukung upaya Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), serta mendukung tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif berbasis masakan atau kuliner hasil laut.

Dalam kesempatan ini, Bude Karwo berkenan menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba. Untuk pemenang lomba yel-yel, Juara I diraih SMK Al Zumar Jombang, Juara II diraih SMK 4 Probolinggo, dan Juara 3 adalah SMK N 2 Jombang. Untuk Lomba Inovasi Kuliner Berbahan Baku Ikan ini, Juara I diraih SMK N 1 Kab. Madiun, Juara II diraih Kab. Pasuruan, Juara III diraih Kab. Ngawi, Juara Harapan I Kab. Jombang, dan Juara Harapan 2 Akademi Gizi Surabaya.

Lomba kuliner berbahan baku ikan tingkat pelajar dan mahasiswa ini diikuti peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa dari beberapa kab/kota di Jatim. Juara I dari lomba inovasi ini akan meraih hadiah sebesar 5 juta rupiah, Juara II meraih 4 juta rupiah, Juara III meraih 3 juta rupiah, Juara Harapan II meraih 2,5 juta rupiah, dan Juara Harapan II meraih 2 juta rupiah. Selain lomba inovasi kuliner, dalam acara ini juga diselenggarakan lomba yel-yel yang diikuti pelajar/mahasiswa dan juga diramaikan dengan stand produk perikanan dan kelautan Jatim. Turut hadir dalam acara ini Wakil ketua Forikan Indonesia, Sunan Hadi Purnomo MA, serta Ketua Dharma Wanita Prov. Jatim, Ibu Hj. Yuliati Akhmad Sukardi.

post-top-smn

Baca berita terkait