Sunday, 27 May 2018

BPM-Pemdes Tandatangani Peneriman Bantuan Alat dari Direktorat PSDA dan TTG Kemendes

post-top-smn
Pelaksana tugas PLT) Kepala BPM-Pemdes menandatangani penyerahan bantuan alat pengolah padi terpadu dari Direktur PSDA dan TTG ke Desa Dawu kecamatan paron

Pelaksana tugas PLT) Kepala BPM-Pemdes menandatangani penyerahan bantuan alat pengolah padi terpadu dari Direktur PSDA dan TTG ke Desa Dawu kecamatan paron

Ngawi, SMN – Direktorat Pengembangan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna (TTG) memberikan bantuan berupa alat pengolah padi terpadu ke Desa Dawu Kecamatan Paron , Jumat, 18 Nopember 2016 lalu. Penandatanganan serah terima bantuan alat ini dilakukan Direktur PSDA dan TTG Suprap Edi, pelaksana tugas Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ngawi, M. Shodiq Tri Widianto, serta Kepala Desa Dawu, Suwito. “Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat dan dikembangkan di desa Dawu dengan baik, apalagi produksi pertanian di desa ini sangat melimpah,” ungkap Direktur PSDA dan TTG Kementerian Desa, Suprap Edi.

Di Desa Dawu lahan permukiman tercatat sekitar 60 hektar sementara lahan persawahan justru masih mencapai 390 hektar. Kendala terbesar dalam pengembangan pertanian saat ini di Desa Dawu adalah kurangnya minat generasi muda terjun mengolah sawah. “Karena itulah kita serahkan bantuan alat ini karena akan meringankan petani mengerjakan sawah mereka, tidak perlu tenaga kerja yang banyak,” ujar Suprap Edi.

Bantuan alat yang diterimakan mulai dari spraiyer, alat tanam, alat potong padi, mesin perontok padi serta obat-obatan berikut lemari pendinginnya. Serah terima bantuan alat pengolah padi terpadu ini juga dihadiri Staf Ahli Pemkab Ngawi, Caat Paron dan Anggota Komisi  DPR RI Gatot Sujito. Direktur PSDA dan TTG, Suprap Edi juga mengingatkan agar pemerintah Desa Dawu  mulai memikirkan pengelolaan usaha pertanian bukan hanya produksinya. Hal ini bisa dilakukan dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) yang profesional dan memacu jiwa wirausaha bagi para petani. “Jadi nantinya hasil panen petani bukan hanya menguap ke tengkulak-tengkulak asal dari daerah lain,” ungkapnya.

Kepala Bidang Teknologi Tepat Guna BPM-Pemdes, Kenhartati, mengungkapkan, bantuan yang diberikan ke Dawu ini sesuai potensi desa yang terekam selama ini. Diharapkan hal ini akan membantu masyarakat petani setempat mengolah padi mereka dengan efisien, tidak menguras tenaga kerja dan bisa dilakukan dengan alokasi dana yang lebih rendah.

Sementara itu (plt) Kepala BPM-Pemdes Ngawi, M. Shodiq Tri W, berharap bantuan alat TTG dari pusat itu bermanfaat dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat Dawu. Shodiq juga meminta berbagai direktorat di Kementerian Desa melihat pula potensi lain yang ada di desa-desa di Ngawi misalnya bidang pariwisata dan bidang kerajinan yang kini juga mulai mengeliat. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait