Wednesday, 17 October 2018

BPM Pemdes Luncurkan Aplikasi Klinik Pemerintahan Desa Kabupaten Ngawi

post-top-smn
Ahmad Roy Rozano, Kasubid Tata Pemerintahan Desa BPM Pemdes menunjukkan aplikasi Klinik Pemerintah Desa Kabupaten Ngawi yang sudah bisa diunduh sejak Nopember 2016

Ahmad Roy Rozano, Kasubid Tata Pemerintahan Desa BPM Pemdes menunjukkan aplikasi Klinik Pemerintah Desa Kabupaten Ngawi yang sudah bisa diunduh sejak Nopember 2016

Ngawi, SMN – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM Pemdes) di bulan Nopember ini meluncurkan aplikasi Klinik Pemerintah Desa Kabupaten Ngawi. Aplikasi ini bisa diunduh dengan memakai handphone jenis android dan diharapkan mampu menjawab dan menampung masukan, kritik dan keluhan warga, memberi respon secara lebih cepat serta menjadi kanal informasi yang dibutuhkan masyarakat secara lebih praktis. “Aplikasi ini kita bangun dengan pertimbangan komunikasi memakai android saat ini sudah sangat masif digunakan masyarakat di berbagai wilayah di Ngawi ini,” ungkap Ahmad Roy Rozano, Kasubid Tata Pemerintahan Desa BPM Pemdes.

Pada aplikasi Klinik Pemerintahan Desa Kabupaten Ngawi ini, tampilannya memang masih terlihat sederhana. Ada enam pilihan menu yang tersedia di beranda aplikasi Klinik Pemerintah Desa Kabupaten Ngawi yakni Konsultasi, Tracking, Data Konsultasi, Pengumuman, Rekomendasi dan Tindak Lanjut serta Halaman Desa. “Masih butuh banyak masukan dan kritik serta sumbang saran untuk tampilan ini, namun sudah ada yang mengunduh walau belum terdata secara baik,” ungkap Roy.

Sebelumnya BPM Pemdes melakukan komunikasi melalui grup Whatsapp. Namun, karena dianggap belum cukup maka dilakukan pelatihan sampai tercipta aplikasi tersebut. “Lebih praktis digunakan, dan menjadi wadah aspirasi secara lebih luas juga buat masyarakat,” ujar Roy.

Sejak diluncurkan pekan Bulan Nopember 2016, sudah ada ratusan pengunduh aplikasi ini. Di dalamnya juga diunggah mengenai informasi peraturan dan perkembangan terbaru mengenai peraturan dan undang-undang, terutama tentang pemerintahan desa. Namun demikian, warga bebas menyuarakan kritik, keluhan dan sumbang saran melalui aplikasi ini bahkan bila menyangkut pelayanan di instansi selain BPM Pemdes. “Kita akan salurkan pada instansi yang menangani agarada respon,” kata Roy.

Ke depan, Aplikasi ini juga diharapkan menampilkan perkembangan dan keberhasilan-keberhasilan pembangunan desa, tokoh dan cerita inspiratif serta layanan informasi lain sesuai perkembangan di masyarakat. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait