Wednesday, 26 June 2019

BPJS Kesehatan Rekrut Kader JKN-KIS, Demi Program Yang Berkesinambungan

post-top-smn

JEMBER, SMN – Demi menjaga sebuah kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Jember merekrut Kader JKN-KIS.

Hal ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan, Tanya Rahayu, bahwa tujuan merekrut tersebut adalah sebagai salah satu upaya untuk menjaga kesinambungan programnya, yang merupakan salah satu mitra kerja dari BPJS Kesehatan.

Menurut Tanya, kinerja dari Kader JKN-KIS ini sangat efektif. Hal ini terlihat dari capaian kolektabilitas iuran peserta yang semakin meningkat diperoleh dari Kader JKN-KIS saat ini.

Sebagai contoh, dikatakan Tanya, salah satu Kader JKN-KIS wilayah Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur ini, Dewi Natalia, yang baru bergabung pada Mei 2018 lalu, namun kinerjanya tidak diragukan lagi.

“Dari bulan Mei 2018 hingga Agustus 2018 lalu, Dewi sudah mampu mengumpulkan piutang tertagih peserta JKN-KIS menunggak lebih dari Rp 65 juta,” terang Tanya.

Ini pun, menurut Tanya, menjadi prestasi tersendiri karena berhasil mengajak masyarakat untuk sadar bahwa diperlukan kedisiplinan membayar iuran agar Program JKN-KIS bisa terus berjalan berkesinambungan.

“Puji Tuhan, ini semua adalah berkah. Tidak pernah menyangka sebelumnya menjadi Kader JKN-KIS dan kini penghasilannya sangat menjanjikan,” ungkap wanita 45 tahun ini.

Kepada media ini, Dewi menceritakan bahwa sebelum menjadi Kader JKN-KIS, dirinya pernah menjadi penjaga toko dan juga berjualan cilok, sedangkan suami bekerja di luar Jawa.

“Menjadi salah satu Kader JKN-KIS merupakan anugerah dan angin segar bagi saya,” kata ibu dua orang anak ini.

Dewi juga mengatakan jika ada penghasilan yang lebih untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

Namun bagi Dewi, menjadi Kader JKN-KIS bukan sekedar masalah penghasilan, namun ada pengalaman tersendiri ikut berperan menyukseskan Program JKN-KIS.

“Saya sanggat bangga jadi salah satu bagian dari BPJS Kesehatan untuk membantu menyukseskan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat ini. Sebelumnya saya tahu bahwa JKN-KIS ini ada untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kalau dulu hanya orang mampu yang bisa berobat dengan layak. Tapi saat ini semua bisa memiliki akses pelayanan kesehatan dengan JKN-KIS. Jujur saya sangat mencintai pekerjaan menjadi Kader JKN-KIS,” ujar Dewi dengan tulus.

Perolehannya selama ini tentunya tidak terlepas dari dukungan keluarganya. Dewi membagikan rahasia di balik keberhasilannya menjadi Kader JKN-KIS.

“Apapun pekerjaan kita, kalau didasari dengan niat dan kerja keras pasti akan membuahkan hasil. Sekarang menjadi Kader JKN adalah pekerjaan saya. Cintai pekerjaan itu dan menjalani pekerjaan itu dengan suka cita tanpa ada paksaan dan tekanan. Itu kuncinya,” pungkas Dewi. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait