Tuesday, 24 April 2018

BPCB Trowulan Eskavasi Bangunan Kuno Diduga Peninggalan Mojopahit

post-top-smn

penemuan-situs-kuno Kab. Mojokerto, SMN – Warga Dusun Gapuro, Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto sempat digegerkan dengan penemuan struktur bangunan kuno yang diduga bekas Kerajaan Majapahit, Kamis (29/9). Atas penemuan tersebut, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan mulai memrioritaskan meneliti struktur bangunan tersebut. Rencananya, BPCB bakal melakukan kajian dan eskavasi utuh pada November mendatang.

Kasub Unit Penyelamatan dan Pengamanan BPCB Trowulan, Ahmad Hariri menjelaskan, tim memang sudah turun dan melakukan penelitian awal pada Jumat (30/9). Tak lama, dari Desa Mojojajar lalu mengirim surat resmi untuk meminta adanya kajian arkeologis di lokasi itu. “Surat itu sudah kami terima pada Senin (3/10) kemarin,” ujarnya, Kamis (6/10).

Dijelaskannya, dari surat itu, BPCB lalu membalas dengan memberi jawaban, di antaranya rekomendasi pemindahan rencana pembangunan gedung Posyandu di lokasi temuan terkait adanya kajian arkeologis di sana. Untuk kajian arkeologis, BCPB Trowulan memutuskan untuk memrioritaskan temuan itu karena dugaan nilai historis, sekaligus kekhawatiran warga setempat yang akan menggali sendiri struktur itu jika BPCB tak turun.

“Rupanya respon warga di sana sangat tinggi. Makanya, agar struktur kuno itu tak rusak, kami yang akan melakukan eskavasi,” terangnya. Keputusan untuk turun dan mengaji arkeologis di Dusun Gapuro membuat beberapa garapan BPCB di tempat lain harus tertunda.

Adapun rencana BPCB Trowulan untuk melakukan kajian arkeologis dan eskavasi akan dimulai November-Desember nanti. “Kami lebih prioritaskan yang di Dusun Gapuro. Makanya, penelitian di Ponorogo terpaksa ditunda dulu,” katanya.

Menurutnya, karena melibatkan proses eskavasi menyeluruh, maka tim yang turun ke lokasi minimal ada lima hingga enam orang. Tim itu terdiri atas dua arkeologis, juru sketsa, juru gambar, dan dokumentasi. “Kemungkinan jumlahnya ada enam orang,” tegasnya.

Seperti diketahui, struktur bangunan yang terbuat dari batu bata merah tersebut ditemukan saat menggali pondasi pembangunan posyandu. Saat melakukan penggalian untuk dibuat pondasi bangunan posyandu seluas 8 x 12 meter tersebut, baru sekitar 30 cm kedalaman, cangkul para pekerja membentur struktur bangunan batu bata kuno di kiri.

Saat ini pengerjaan bangunan posyandu dengan luas lahan 15 x 15 meter tersebut dihentikan untuk sementara sembari menunggu keputusan pihak terkait. Menurutnya, struktur batu bata kuno tersebut pertama kali ditemukan oleh lima orang. (afr)Lelang Dini Percepat Program Perumahan. (kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait