Friday, 19 April 2019

BPBD Karo Paparkan Penggunaan Dana Pasca Erupsi Gunung Sinabung

post-top-smn

Rapat kordinasi terkait monitoring penanggulangan pascabencana Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Senin (18/2).

Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama perwakilan Monev BNPB Kolonel  Inf Yufti Senjaya, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal selaku Dansatgas Bencana Erupsi Gunung Sinabung, Kajari Gloria Sinuhaji, Danyon Letkol Inf Victor Andhika Cokjro, Wakapolres Karo, Kepala BPBD Provinsi Sumatra Utara Riadil Akhir Nasution, Kepala BPN Karo Rosalina Tamba dan sejumlah pejabat Karo mengadakan rapat kordinasi terkait monitoring penanggulangan pascabencana Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Senin (18/2).
Bupati Karo, Terkelin Brahmana menyatakan, laporan pasca bencana erupsi Gunung Sinabung perlu dilakukan agar pihak pemangku kepentingan lainnya dapat mendengar, mengetahui, dan mengevaluasi sejauh mana kendala dan hambatan yang dihadapi oleh dinas terkait.
Ketua Pelaksana Penanganan Bencana BPBD Karo, Martin Sitepu  mengatakan, Relokasi Tahap I di Siosar yang mencakup  desa Sukameriah, Simacem, Bekerah,  terbangun Rumah 370 KK dan lahan usaha tani 357 KK selama kurun 2014-2016. Dana yang dikucurkan DSP (dana siap pakai) Rp. 76,576 M lebih.
Selanjutnya, Relokasi Tahap II (Mandiri) meliputi Desa Gurukinayan, Berastepu, Kuta Tonggal, Gamber, dengan membangun rumah 1.655 KK, lahan usaha tni 1.679 KK, selama 2016-2018. Dana yang dikucurkan Rp.190.674 M berasal dari dana  Hibah RR TA 2015, dan dana Rp. 41,543 M dari Hibah RR tahun 2017. “Masih ada kendala 134 unit rumah dihamparan Gg. Garuda belum siap karena pengembang/pemborong yang dipilih masyarakat tidak memenuhi kewajibannya pada bagian lantai, pintu dan jendela,” ujarnya.
Ketiga, Relokaisi Tahap II (Mandiri) Lanjutan  meliputi desa Gurukinayan, Berastepu, Kuta Tonggal, Gamber, jumlah 156 KK, lahan usaha tani 179 KK, waktu 2017-2019, dengan dana Rp 24,2 M, berasal dari dana hibah RR TA 2017,dan dana hibah RR TA 2018 sebesar Rp 4,439 M lebih. “Pada tahap ini masih ada Masalah yakni ada masyarakat yang memilih lokasi dengan mengandalkan HGU untuk lahan tapak rumah sebanyak 36 KK, lahan usaha tani 50 KK bahkan masih ada belum menentukan pilihan sebanyak lahan tapak 42 KK, lahan usaha tani sebanyak 83 KK,” ujar Martin.
Keempat Relokasi Tahap III di Siosar meliputi desa Sigarang Garang, Sukanalu, Mardinding dan Dusun Lau Kawar, membangun rumah 892 KK, Lahan usaha tani 1.022 KK, waktu 2018-2020,dengan dana hibah RR tahun 2017 sebesar Rp 8,025 M, dan hibah RR 2018 lebih dari Rp 157 M.
Pada pelaksanaannya, ada kendala yaitu saat ini dana baru turun 27 Desember 2018, sehingga untuk pelaksanaan diperlukan perubahan APBD. Selain itu, bantuan sewa rumah dan sewa lahan baru turun Desember 2018 untuk 2 bulan, padahal warga menuntut perpanjangan sewa rumah dan sewa lahan selama setahun.
Atas masalah dan kendala dalam penggunaan dana penanganan erupsi Gunung Sinabung ini, dari Kejaksaan Karo, Yon Armed maupun Polres dan Kodim mendukung Pemkab Karo untuk menyelesaikan sesuai prosedur yang berlaku.
Sementara itu, Riadil akhir Nasution Kepala BPBD Provinsi Sumut menegaskan bahwa pihaknya siap.berkoordinasi dengan Pemkab Karo. “Pada prinsipnya kita selalu monitor dan melakukan pengawasan, jika diminta pun kita siap untuk memfasilitasi sepanjang ada  kewenangan di provinsi,” katanya.
(Ius)
post-top-smn

Baca berita terkait