Tuesday, 23 July 2019

Bongkaran Berserak, Material Terkendala Masuk Lokasi Pembangunan Gedung DPRD

post-top-smn

Sidak Komisi IV DPRD Ngawi ke lokasi proyek restorasi gedung DPRD tahap II Rabu (8/8).

Ngawi, SMN – Pembangunan gedung DPRD tahap II menjadi sasaran inspeksi mendadak (sidak) Komisi IV, pada Rabu (8/8) lalu. Salah satu yang menjadi sorotan dewan adalah terkendalanya material bahan bangunan memasuki lokasi proyek. Hal ini disebabkan banyaknya tumpukan bongkaran gedung yang berserakan di halaman. “Kami meminta sekretariat DPRD segera menindaklanjuti pembersihan bekas bongkaran demi lancarnya proyek ini,” ungkap Slamet Riyanto, Ketua Komisi IV DPRD Ngawi.

Proyek pembangunan gedung DPRD tahap II ini akan menyempurnakan fungsi ruang yang dibutuhkan para wakil rakyat. Diantaranya, di lantai 2 untuk ruang rapat paripurna dan  ruang-ruang kerja pimpinan dewan. Lantai satu akan difungsikan untuk lobby dan ruang administratif sekretariat.

Selain itu di sayap bangunan sisi timur akan terbagi menjadi lahan parkir untuk lantai satu dan ruang pers di lantai dua. Pelaksana proyek tersebut, PT Sadwiga Mustika Naga diharapkan dapat menyelesaikan bangunan sesuai target waktu yakni paling lambat 1 Desember 2018. “Kami pegang janji PT Sadwiga Mustika Naga bahwa sanggup menyelesaikan pekerjaan ini bahkan sebelum target akhir pada Desember,” ujar Slamet.

Sedangkan Jarot Kusumo Yudo, Kabid Tata Bangunan dan Tata Ruang, menyatakan pembangunan gedung ini menguras dana sejumlah Rp 6,8 M dan akan ada koneksi dengan gedung DPRD di bagian belakang yang sudah diselesaikan dalam pembangunan tahap 1 dan mulai ditempati sejak awal 2018.

Ruang rapat paripurna di lantai dua menjadi salah satu perhatian dalam sidak tersebut. Jarot menjamin bahwa pembangunan ruang paripurna akan mendahulukan kepentingan fungsionalnya yakni dapat menampung hingga ratusan orang. “Demi mendukung sirkulasi udara yang baik dan agar lebih sejuk, atap kita naikkan 2 meter dan tetap dilengkapi pendingin udara,” ungkapnya.

Ruang paripurna ini juga akan dilengkapi layar monitor di sisi kiri dan kanan pimpinan rapat. “Lantai juga dibuat berundak, dengan pertimbangan makin ke belakang makin tinggi sehingga semua dapat melihat jelas ke depan dan konsentrasi ke pelaksanaan rapat,” tambahnya.Pembersihan sisa bongkaran, diakui oleh Jarot, harus segera diselesaikan dengan pertimbangan perlunya kelancaran arus keluar masuk angkutan bahan bangunan. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait