Wednesday, 19 December 2018

Bocah Usia 4 Tahun Yang Terlindas Ban Mobil Ayahanda

post-top-smn

Marsha Aura Nasifa (zizi) semasa hidupnya.

Sidoarjo, SMN – Marsha Aura Nasifa (zizi) siswi kelas A KB-TK Alif Gedangan meninggal dunia setelah tertabrak mobil ayahnya sendiri. Khoirul Furqon warga perumahan Griya Permata Gedangan Sidoarjo, kehilangan putri keduanya dengan cara yang begitu tragis. Tanpa sengaja, ia menabrak buah hatinya tersebut hingga tewas di tempat kejadian. Kejadian berawal  Furqon mengantar putrinya, Marsha kesekolah sesampai di sekolah.

Bocah 4 tahun itu turun dari mobil, lalu berjalan menuju ke gerbang sekolah tanpa di antar oleh Furqon. Merasa sang putri sudah masuk ke sekolah, pria 35 tahun tersebut melajukan lagi mobil Toyota Innova nopol L 1987 CL yang dikendarai.Tak disangka, bukannya masuk ke sekolah, Marsha justru berlari menuju posisi berada di depan mobil karena merasa dirinya belum salim ke papanya.

Furqon sama sekali tidak menyadari posisi putrinya.Tabrakan pun tidak terelakkan. Furqon tidak menyadari sudah menabrak putrinya. Apalagi, tidak ada tangisan ataupun jeritan. Furqon hanya merasakan ban mobil menginjak batu. Hingga beberapa orang di sekitar lokasi meneriakinya.Tapi Furqon tidak mendengarkan karena Handset yang menghalangi pendengarannya.

Furqon kemudian turun dan menemukan putrinya  sudah tiada karena wajahnya terlindas ban mobil depan bagian kanan. Menurut keterangan guru TK Alif, Ririn Hidayah, Marsha tewas seketika di tempat kejadian. Marsha lantas dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga tapi nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Suasana duka begitu terasa, disaat marsha di makam kan. Keranda dibuka, jenazah diturunkan secara perlahan.  Air mata sang ibunda, Nurul Emilia, terus bercucuran.

Melihat putrinya dikubur, Nurul tidak kuat. Ibu tiga anak itu jatuh pingsan. Dengan adanya kejadian seperti itu, Pihak sekolah tidak mau memberikan keterangan. Namun, pihak sekolah berusaha menjaga suasana tetap kondusif bagi para siswa. Suasana sekolah dibuat seperti tidak terjadi apa-apa,rabu(25/07/18) kemarin .

Hanya diputuskan bahwa para siswa KB dan TK itu pulang lebih cepat daripada biasanya. Selain itu, mereka diliburkan sampai pekan depan. Pihak keluarga memilih menutup kasus tersebut. Mereka menolak memberikan komentar. Kanitlaka Satlantas Polresta Sidoarjo AKP Toni Irawan menjelaskan, adanya kejadian ini bahwa tidak ada aduan dari keluarga. Justru warga yang melapor ke Polsek Gedangan yang kemudian diteruskan ke Polresta Sidoarjo.

Petugas polresta lantas turun menyelidiki kasus tersebut hingga mendatangi sekolah dan rumah korban. Toni menyatakan, kejadian itu murni disebabkan ketidaksengajaan. Pelaku yang menabrak berasal dari keluarga sendiri. Menurut dia, proses hukum dilakukan melalui kebijaksanaan dan kearifan lokal.’’Artinya, diselesaikan keluarga itu sendiri,”ujarnya.Toni berharap kasus itu bisa jadi pelajaran bagi semua orang tua ataupun siapa saja yang biasa mengantar dan jemput anak ke sekolah.Pastikan anak sudah masuk ke area sekolah dengan aman. Jika perlu, ada proses serah terima dengan guru.(Try)

 

post-top-smn

Baca berita terkait