Sunday, 21 April 2019

Black Campaign Incar Para Pemilih Pemula

post-top-smn

Nganjuk, SMN – Dalam diskusi terbuka tentang penangkalan black campaign atau sering disebut kampanye hitam dan kampanye jahat yang di gelar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nganjuk. Pada kamis 22 Februari 2018 di gedung serbaguna Persaudaraan Setia Hati Terate cabang Nganjuk jl. Lurah Surodarmo 28.

Yudha Hernanto komisioner KPU Nganjuk dalam forum tersebut “mengatakan”bahwa pentingnya sosialisasi kepada para pemilih pemula untuk memahami seperti apa dan dampak yang diberikan akibat kampanye hitam. Yang sangat cepat merambah melalui media – media sosial seperti Facebook,grup Whats ‘App dan lain sebagainya.

Perlu adanya penanganan khusus terhadap para pemilih pemula, dikarenakan mereka adalah sasaran empuk bagi para pelaku black campaign. Dimana usia para objek masih  remaja dan sangat rentan terhasut oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya.

Hal itu disebabkan karena mereka atau pemilih pemula masih dalam masa pencarian jati diri. Serta dapat dimungkinkan para pemilih pemula melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri berujung pada penyebaran berita hoax atau bohong dari hasutan para pelaku kampanye jahat dengan tujuan melakukan pembunuhan karakter pada salah satu calon peserta pilkada.

Serta dapat berakibat pada pelanggaran UU 10/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU 1/2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota dijelaskan mengenai larangan kampanye hitam. Pasal 69 (b) menyebutkan, dalam kampanye dilarang menghina seseorang. Larangan ini juga dimuat dalam pasal 69 (c) yang mengatur larangan melakukan kampanye berupa hasutan, memfitnah, mengadu domba partai politik, perseorangan atau kelompok masyarakat yang juga diatur dalam UU ITE.”Ungkapnya.

” Karena hal tersebut pihak KPU,’ telah, mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah menengah atas, Kampus dan tempat atau organisasi lain yang, dimungkinkan banyaknya domain pemilih pemula.”Tambahnya.(I’an/Rmb)

Area lampiran
post-top-smn

Baca berita terkait