Tuesday, 24 April 2018

BKOW Provinsi Jatim Berbagi Kasih eks Psikotik

post-top-smn

Pasuruan, SMN – BKOW Provinsi Jawa Timur yang dipandegani Ketua Umum Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf berbagi kasih mengadakan bakti sosial menunjukkan rasa kepeduliannya kepada para penderita eks psikotik yang dirawat di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Jl Raya Kedawung Wetan Kec.Grati Pasuruan, Selasa (9/1).

Kegiatan Bakti Sosial Peduli Penderita Eks Psikotik sengaja digagas oleh BKOW Prov. Jawa Timur yang sangat erat berkorelasi dengan semangat dan kepedulian sosial. BKOW Provinsi Jatim sudah sering mengadakan bakti sosial di Pasuruan, seperti ke pondok metal, panti tuna daksa bangil, tanam pohon. Sekarang mengunjungi warga binaan Eks Psikotik, dan dalam waktu dekat akan mengunjungi panti lainnya yang menangani Gelandangan dan pengemis, lansia dan tuna daksa.

“Saya beserta Pengurus Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Prov. Jawa Timur, bersilaturahim ke sini. Semoga kehadiran kami dapat mengurangi penderitaan dan rasa sakit yang tengah dirasakan, teriring doa agar Para Penderita segera diangkat penyakitnya, dan diberikan kesehatan kembali,”  kata Bu Fatma-sapaan akrab isteri Wakil Gubernur Jatim Drs H saifullah Yusuf ini.

Menurutnya, setiap cinta, kasih dan kebaikan yang ditanam akan menuai buahnya. “Setiap kita menebar benih kasih kepada orang lain, maka orang lain akan memberikan sayang kepada kita. Ketika yang kecil memberi kasih, maka yang besar akan menebar sayang. Melalui silaturahim ini diharapkan akan menimbulkan cinta dan kasih sayang, antara saya dan segenap pengurus BKOW Prov. Jawa Timur dan Warga Binaan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan serta seluruh pihak terkait dalam kegiatan ini,” harapnya.

Makna berbagi, lanjutnya, akan lebih jelas berdampak, yakni dengan adanya kebahagiaan tersendiri ketika dapat membantu. Sebagaimana ajaran agama, hakikat membantu orang lain itu sesungguhnya membantu diri sendiri untuk bahagia.

Melalui kegiatan Baksos ini, kita bisa meningkatkan gerakan peduli sesama demi kemanusiaan, membantu mereka yang mempunyai keterbatasan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan asasinya. Hanya dengan itulah manisnya peduli dan berbagi terasa jelas di bumi ini. Bahwa hidup akan benar-benar merasa bahagia setelah  membantu sesama. “Kita selalu berkomitmen ciptakan kebahagiaan untuk orang Lain, dan yakini bahwa kita akan lebih bahagia karenanya,” imbuhnya.

Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Sosial Prov. Jawa Timur dan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan telah memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial terhadap penyandang masalah eks Psikotik di Jatim dan terus mencari orang yang dipasung di masyarakat untuk dibebaskan dan diobati di rumah sakit lalu direhabilitasi

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi untuk para petugas, baik tenaga struktural, tenaga medis, maupun seluruh tenaga di sini yang telah memberikan pelayanan dengan sangat baik kepada para Penderita Eks Psikotik yang membutuhkan,” tambahnya.

Kepada seluruh Warga Binaan, Bu Fatma juga mengadakan dialog ringan sambil mengajak untuk hidup sehat, mengikuti seluruh tahap bimbingan dengan baik, meliputi bimbingan fisik dan kesehatan, bimbingan mental dan keagamaan, bimbingan sosial psikologis, bimbingan sosial perorangan, bimbingan ketrampilan maupun bimbingan terapi medis lanjutan. Semoga Allah SWT mengkaruniakan hidup sehat kepada kita sekalian.

Salah satu penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) adalah Penyandang Psikotik, sebagai individu yang belum terpenuhi kebutuhan dasarnya secara layak, sehingga tidak mampu menjalani kehidupan secara wajar dan bemartabat. Para penyandang Psikotik adalah para penderita yang ditandai dengan ketidakmampuannya untuk menilai kenyataan yang terjadi.

“Mereka merupakan tanggung jawab kita semua, sebagai sesama warga negara yang patut mendapatkan rehabilitasi dan pelayanan untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraannya,” katanya.

Permasalahan Penyandang Psikotik setiap tahun cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan realita ini, maka apabila tidak ditangani secara serius, dikhawatirkan permasalahannya akan semakin luas, baik kuantitas maupun kualitasnya. Dampak negatif yang ditumbulkan akan sangat merugikan, baik pribadi, keluarga maupun  masyarakat dimana mereka menetap.

Maka, tentunya diharapkan ke depan, penderita psikotik suatu kelainan jiwa yang  masih dapat disembuhkan.  Dari segi jumlah penderita, kaum laki-laki ternyata lebih rentan  menderita psikotik daripada wanita. Dalam hal ini, pasien yang mengalami psikotik memang harus menjalani pengobatan dan psikoterapi (terapi kejiwaan) yang cukup lama, sehingga  betul-betul sembuh secara klinis.

Meskipun secara medis  gangguan jiwa jenis ini  tidak dapat disembuhkan seratus persen, namun dengan kesabaran dan ketelatenan pasien, dokter dan keluarga, penderita psikotik dapat hidup normal seperti layaknya manusia lain. Secara umum, penderita psikotik dapat hidup berdampingan dengan manusia lain dan menekuni profesinya. Namun jika pengobatan tidak segera dilakukan dan penderita telah berada pada stadium kronis, maka dia dapat mencederai dirinya dan orang lain sehingga perlu diawasi oleh keluarga pasien.

Selama ini masyarakat lebih tertarik membawa anggota keluarganya yang  terganggu jiwa untuk berobat ke dukun, sehingga penanganan di rumah sakit  pun jadi terlambat dan terhambat. “Menghadapi kondisi ini, kita semua berkewajiban untuk  memberikan informasi kepada Para Penyandang Psikotik dan Keluarganya tentang pelayanan dan rehabilitasi yang seharusnya diberikan,” imbuhnya.

Kepala UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan Sukardi, SH, Msi mengutarakan, jumlah klien sebanya 254 orang, yang mempunyai keluarga 160 dan terantar/ rasia 94 orang. Faktor penyebab psikotik ekonomi  genetik, narkoba PHK tekanan keluarga perceraian  mendalami ilmu pelecehan seksual, dan kurang perhatian.

Kondisi klein yang mengam perubahan positif dalam mengikuti rehabilitasi sosial sebanyak 108 orang (42,6 %) dan yang tidak mengalami perkemnangan (stagnan) sebanyak 142 orng (57,4 %.

Tahun 2017 klien UPT rehbltasi sosial bina laras Pasuruan dan Banyuwangi, baik klien reguler  maupun klien pasung yang telah keluar sebanyak 85 klien, yang kembali ke keluarga 47 orang, dirujuk ke UPT lain  RSBK 3 klien dan eninggal 11 orang

Hadir dalam kesempatan itu Ketua TP. PKK Kab. Pasuruan Lulis Irsyad Yusuf, SE, GOW Kab. Pasuruan,  Camat Grati beserta jajaran FORKOPIMKA, warga binaan  UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan

Dalam baksos itu BKOW memberikan bantuan paket kepada 254 orang Warga Binaan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras di Kab. Pasuruan dan Banyuangi yang berisi satu stel baju olah raga training, handuk, snack dan nasi box. Rombongan juga menyaksikan ketrampilan warga binaan..

post-top-smn

Baca berita terkait