Tuesday, 16 October 2018

BI Jatim Gencar Sosialisasikan Pemahaman Uang Rupiah Emisi 2016

post-top-smn

bi Surabaya, SMN – Untuk lebih mengenalkan dan meningkatkan pemahaman uang rupiah emisi 2016, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jawa Timur terus melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kepada  lembaga keuangan, instansi dan lembaga pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), organisasi masyarakat serta beberapa perusahaan.

Kepala KPBI Jawa Timur, Benny Siswanto di kantor BI Surabaya, Senin (9/1) menjelaskan, sosialisasi merupakan amanat UU dimana fungsi BI adalah lembaga yang berwenang mengeluarkan, pengedaran dan pencabutan rupiah.

Selain itu, sosialisasi ini penting guna memberikan informasi dan pemahaman pada masyarakat yang benar terhadap uang rupiah baru tahun 2016, agar  menerima uang rupiah dan tidak terpengaruh informasi, opini dari berbagai media maupun media sosial yang kurang benar. “BI terus melakukan sosialisasi kepada  semua pihak, agar tidak menimbulkan simpang siur di masyarakat, “ujarnya.

Ia menambahkan, desain uang rupiah yang baru mempunyai tingkat keamanan yang tinggi bergambar pahlawan yang sebelumnya telah dikonsultasikan kepada pemerintah, ahli sejarah, akademisi, keluarga pahlawan dan ahli waris pahlawan. Selain bergambar pahlawan, termuat pula gambar pemandangan alam dan tarian sebagai upaya untuk memperkenalkan keragaman seni budaya dan kekayaan alam Indonesia.

Dari keseluruhan 11 pecahan uang rupiah yang diresmikan, yaitu 7 pecahan uang kertas Rp. 100.000, Rp. 50.000, Rp. 20.000, Rp. 10.000, Rp. 5.000, Rp. 2.000, Rp. 1.000, serta 4 pecahan uang logam Rp. 1.000, Rp. 500, Rp. 200, dan Rp. 100 semuanya memuat gambar pahlawan pada sisi depan dan tarian serta pemandangan alam di sisi belakang. Seperti pada pecahan uang Rp. 100.000 Bapak Proklamator Indonesia Dr. Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta tetap menjadi gambar utama dan Tari Topeng Betawi menggantikan gambar gedung DPR/MPR di bagian belakang.

Dalam sosialisasi, Bank Indonesia juga menggelar diskusi dan tanya jawab pada audiens serta memberi kesempatan melakkan penukaran uang untuk semua pecahan

Sebelumnya, Bank Indonesia luncurkan 11 pecahan uang Rupiah Tahun Emisi 2016. Tepatnya pada 19 Desember 2016 di gedung Bank Indonesia yang diresmikan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Perubahan uang ini sebagai wujud implementasi UU No. 7/2011 tentang Mata Uang. UU tersebut mengatur salah satunya mengenai ciri-ciri umum dan khusus yang dimuat dalam uang rupiah.

Sementara itu, Jawa Timur memperoleh jatah uang emisi 2016 sebanyak Rp 246,93 Miliar. Bagi para pemilik uang lama tidak perlu risau. Uang lama akan diganti dan ditarik secara bertahap dan tetap berlaku hingga ada pengumuman resmi dari Bank Indonesia. (mad/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait