Sunday, 21 October 2018

Belajar Kelola SDA, Dinas PU Kaltim Kunjungi PJT I

post-top-smn

logo_jasatirta-i Malang, SMN – Upaya pengelolaan sumber daya air (SDA) di Wilayah Sungai Brantas oleh Perum Jasa Tirta (PJT) I yang terintegrasi dengan baik mendapatkan apresiasi khusus dari Dinas PU Kalimantan Timur. Hal itu dibuktikan dengan kunjungan SKPD asal Kaltim tersebut ke kantor pusat PJT I di Kota Malang.

Kepala UPT Dinas PU Provinsi Kalimantan Timur Wilayah Selatan, Imam Mudori menyampaikan bahwa kedatangannya bersama rombongan adalah untuk mengetahui pengelolaan SDA yang dilakukan oleh PJT I. “Bukan hal baru bahwa PJT I adalah perusahaan yang sudah diakui profesional dalam bidang pengelolaan SDA,” katanya.

Imam mengapresiasi upaya PJT I yang bisa mengoptimalkan Sungai Brantas yang tidak sebesar sungai yang ada di Kalimantan Timur. “Sungai Brantas ini tak sebesar sungai di wilayah kami, namun masih bisa dimaksimalkan sedemikian rupa oleh PJT I. Sungai di Kalimantan Timur yang memiliki potensi yang lebih besar tentu juga bisa dimanfaatkan dan dikelola lebih baik lagi,” tuturnya.

Kepala Bagian Komunikasi Perusahaan, GCG  PKBL, Inni Dian Rohani menyambut baik kedatangan romobongan dari Kaltim. “Kami merasa tersanjung dijadikan objek kunjungan dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan SDA,” tuturnya.

Adapun rombongan yang berkunjung sebanyak kurang lebih 60 karyawan dan karyawati. Untuk proses pembelajaran pengelolaan SDA tersebut di kemas dengan Workshop Peningkatan Kapasitas Aparatur Pengelolaan Sumber Daya Air yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Senin-Rabu (31 Oktober – 2 Nopember 2016).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut dilakukan kunjungan kerja ke stasiun Flood Forecasting & Warning System (FFWS) dan Laboratorium Lingkungan PJT I. Terdapat pula kegiatan yang ditempatkan di Kota Batu yang juga mengambil pembicara yang salah satunya adalah Direktur Teknik PJT I, Raymond Valiant Ruritan.

Raymond mengatakan, bahwa Air adalah sumber daya yang terbarukan. Menurut dia, walaupun air adalah sumber  yang terbarukan tapi kita harus dapat mengelolanya dengan baik. Selain itu, lanjut dia, Indonesia sebagai negeri yang berlimpah air, namun pengelolaan yang terpadu tentunya harus dilaksanakan guna mencukupi kebutuhan nasional dengan prinsip one river, one plan, one integrated management. (afr/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait