Wednesday, 15 August 2018

Banyuwangi-Benoa Dikembangkan Jadi Pelabuhan Pariwisata

post-top-smn
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di acara gathering Pelindo di Panti Boom Banyuwangi, Jawa Timur.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di acara gathering Pelindo di Panti Boom Banyuwangi, Jawa Timur.

Banyuwangi, SMN – Banyuwangi terus melakukan sinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengembangkan pariwisatanya. Pelabuhan pariwisata akan dikembangkan di Marina Boom Banyuwangi yang terkoneksi dengan Benoa Bali.

“Pelindo III ingin mengembangkan pariwisata di Banyuwangi. Kami akan jadikan Banyuwangi dan Benoa sebagai pelabuhan pariwisata,” kata Direktur Utama Pelindo III I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Banyuwangi, Minggu (22/10/2017).

Askhara mengatakan dua bulan ke depan, akan selesai dibangun ponton untuk yacht untuk komunitas wisatawan yang memiliki kapal yacht. Pelindo III juga melakukan kerja sama dengan One15 Singapura yang merupakan klub yacht dunia untuk mengembangkan Marina Boom.

“Kami bekerja sama dengan One15 Singapura untuk mengelola. One15 merupakan klub yacht yang memiliki 4.300 member dari seluruh dunia. 60 persen berasal dari China dan Australia,” kata Askhara.

Nantinya, menurut Askhara, One15 akan mengundang anggotanya untuk ke Banyuwangi. Kedatangan para pemilik yacht ini akan membuat pariwisata Banyuwangi lebih dikenal.

Selain ponton yacht, di Marina Boom juga akan dikembangkan pelabuhan kapal katamaran yang menghubungkan Banyuwangi-Benoa. Kapal katamaran memiliki dua badan kapal dengan kecepatan 25 knot.

Askhara mengatakan, dipilihnya katamaran karena lebih stabil menghadapi ombak sehingga meminimalisir penumpang mabuk laut. “Dengan katamaran wisatawan bisa lebih nyaman meski ombaknya besar,” kata Askhara.

Dia memaparkan, dengan mengembangkan pelabuhan wisata, akan memberikan manfaat kepada daerah tersebut. Peningkatan kualitas pelabuhan yang bersih, nyaman, dan aman, akan berdampak pada kemajuan pariwisata di daerah.

“Itu yang ingin kami lakukan di Banyuwangi. Kami ingin menghilangkan kesan pelabuhan yang dulunya panas, banyak debunya, kini menjadi pelabuhan yang dikhususkan untuk pariwisata,” kata Askhara.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, ini merupakan sinergi dengan BUMN yang produktif.

“Ini respon cepat dari BUMN untuk melakukan percepatan-percepatan. Sebelumnya Banyuwangi juga bersinergi dengan BUMN untuk percepatan Bandara Banyuwangi,” kata Anas.

Selain itu, Banyuwangi juga bersinergi dengan BUMN untuk melakukan percepatan dalam pembangunan cable car di Kawah Ijen. “Sehingga target 20 juta wisman dari pemerintah bisa lebih cepat dengan sinergi ini,” pungkas Anas.(kmps)

post-top-smn

Baca berita terkait