Wednesday, 26 June 2019

Bantuan Bea Siswa untuk Satu Keluarga Satu Sarjana

post-top-smn

Baznas kabupaten Lumajang mengadakan kegiatan memberi santunan kepada anak yatim, dan beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), yang dilaksanakan di Masjid Agung KH. Anas Machfudz, pada Selasa (16/10).

Lumajang, suaramedianasional.co.id – Baznas  kabupaten Lumajang mengadakan kegiatan memberi santunan kepada anak yatim, dan beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), yang dilaksanakan di Masjid Agung KH. Anas Machfudz,  pada Selasa (16/10).

Acara tersebut di hadiri Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., dan juga forkopimda kabupaten Lumajang.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang, H. Karmad, dalam laporannya menginformasikan, bahwa program ini merupakan penyerahan santunan kepada anak yatim non panti, sejumlah 300 anak, yang berasal dari sebelas kecamatan, antara lain: Kecamatan Candipuro, Pasirian, Pasrujambe, Kunir, Yosowilangun, Sumbersuko, Rowokangkung, Jatiroto, Randuagung, Senduro, dan Gucialit; serta sejumlah 100 anak yang akan diserahkan di Kecamatan Tempursari.                                                 

Sedangkan santunan di Kecamatan lain, telah dilaksanakan pada Bulan Ramadhan. Selain santunan anak yatim, juga diserahkan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa PTN dan PTS yang berasal dari keluaraga kurang mampu, berupa tabungan pendidikan senilai lima juta/orang setiap tahun selama empat tahun.

Bunda Indah mengaku, keberadaan BAZNAS sangat membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui kegiatan sosial, seperti yang dilakukan saat ini.

Bunda Indah berharap, nantinya akan ada kerjasama lain antara Pemkab Lumajang dan BAZNAS Kabupaten Lumajang, dalam melaksanakan kegiatan sosial.

“Pemerintah sangat terbantu dengan adanya BAZNAS ini.  Ke depan kerjasama ini akan kami tingkatkan, untuk kegiatan yang bersifat sosial maupun untuk ekonomi produktif,” ungkapnya.

Bunda Indah, mengapresiasi langkah BAZNAS yang turut membantu anak usia empat tahun, penderita kelainan jantung di Desa Burno kemarin.

Menurutnya, masyarakat yang sakit dan urgent, harus mendapatkan pertolongan segera.                       

“Yang sakit harus kita tangani dulu. Administrasi bisa diurus kemudian. Untuk kasus yang benar benar urgent, wajib didahulukan,” jelas Bunda Indah (Tiek).

post-top-smn

Baca berita terkait