Saturday, 20 October 2018

Bank Jatim Tekan Angka Kredit Macet

post-top-smn

kredit-macet Surabaya, SMN – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus berupaya menekan angka kredit macet salah satunya dengan berencana membentuk Asset Management Unit (AMU) yang bertugas mengelola aset debitur nakal.

Direktur Utama Bank Jatim, R Soeroso, mengatakan keberadaan debitur nakal sangat mengganggu kepercayaan masyarakat yang telah mempercayakan penempatan dananya di Bank Jatim. “Jumlah debitur nakal di bank Jatim memang tidak banyak, hanya sekitar 7% dari total nasabah, namun kami tak ingin menodai kepercayaan masyarakat dengan ulah debitur nakal itu.

Karenanya kami akan bentuk asset management unit untuk mengelola aset debitur nakal yang kreditnya macet,” kata Soeroso di Surabaya, Senin (17/10). Dalam penangnanan aset debitur nakal, bank yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemprov Jatim ini akan menggunakan pendekatan kekeluargaan yakni dengan memfasilitas debitur untuk menjual sendiri asetnya dibawah tangan.

Namun bila penyelesaian secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil, maka Bank Jatim akan melakukan lelang terhadap aset debitur tersebut. Selain membentuk AMU, untuk mengurangi potensi kredit macet, Bank Jatim juga akan akan membentuk Credit Support di setiap cabang.

Unit ini nantinya bertugas jemput bola, melakukan penagihan terhadap debitur yang kreditnya berpotensi macet. Upaya Bank Jatim menekan angka kredit macet selama ini telah membuahkan hasil. Pada kuartal III/2016 Non Performing Loan (NPL) Bank Jatim mencapai 4,2%. Angka itu turun bila dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 4,9%.

Lebih lanjut, meskipun keadaan ekonomi global menurun, Bank Jatim pada kuartal III/2016 mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp 29,62 triliun atau naik 1,33% dibandingkan periode sama tahun lalu. Sektor UMKK masih menguasai penyerapan kredit Bank Jatim hingga 60%. Mereka umumnya bergerak di sektor usaha produktif dan jasa kontruksi.

Sedangkan sisanya 40% terserap untuk kebutuhan konsumtif. “Capaian kuartal III ini membuat kami optimistis dengan target penyaluran kredit sebesar Rp 31 triliun hingga akhir tahun ini,” kata Soeroso.

Secara umum, kinerja keuangan Bank Jatim pada kuartal III/2016 menunjukkan pertumbuhan yang positif dibandingkan periode sama tahun lalu. Pendapatan bunga bersih mencapai sebesar Rp 2,54 trliun atau naik 1,33%. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masih didominasi dana murah, yakni tabungan yang mencapai sebesar Rp 12,24 trliun atau tumbuh 19,56%.(mad/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait