Wednesday, 26 June 2019

Banjir dan Tanah Longsor Terjang Tujuh Kecamatan di Pangandaran

post-top-smn
Ilustrasi Banjir

Ilustrasi Banjir

Jakarta, SMN – Bencana longsor dan banjir menerjang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Ahad malam, 9 Oktober 2016. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu bocah warga Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, meninggal.

“Korban jiwa bencana banjir tidak ada. Untuk longsor, satu korban anak berusia 7 tahun meninggal. Korban tertimpa reruntuhan rumah yang ambruk terkena material longsor,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhsena saat dikonfirmasi, Senin pagi, 10 Oktober 2016.

Dia menjelaskan, tujuh dari sepuluh kecamatan di Pangandaran diterjang bencana alam berupa banjir rob, banjir bandang, dan tanah longsor. Tujuh kecamatan tersebut yakni Cijulang, Parigi, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya.

Akibat bencana banjir rob dan bandang, Nana menyebutkan, total 2.000 rumah terkena banjir. Jumlah tersebut tersebar di kecamatan tersebut.

“Air sudah mulai surut. Ketinggian sebelumnya mencapai 1,6 meter. Air yang naik justru di Kecamatan Mangunjaya, sekarang sekitar satu meter,” kata Nana.

Sebelumnya, bencana banjir mengakibatkan jalur utama penghubung Pangandaran-Kota Banjar terputus. Putusnya jalur terjadi di jembatan Putra Pinggan yang amblas diterjang banjir rob dan bandang. (tmp)

post-top-smn

Baca berita terkait