Sunday, 18 November 2018

Banggar Soroti Target Program Hanya Capai 92 Persen

post-top-smn

Anggota Banggar DPRD Ngawi, Slamet Riyanto, meminta agar pemkab melakukan perencanaan anggaran secara lebih baik.

Ngawi, SMN –  Badan anggaran (banggar) DPRD Ngawi menyoal target program yang belum selesai di pelaksanaan APBD 2018. Hal ini mendapat kritikan keras dari dewan karena pengeluaran pegawai pada pos belanja langsung, seluruh target penyerapan dana tercapai, “Ini kan aneh, target atas realisasi program tidak tercapai tapi pos untuk upahnya tercapai semua,” kata Slamet Riyanto, anggota Banggar DPRD Ngawi.
Slamet Riyanto menyatakan ada dana Rp 21 M yang belum bisa terserap sesuai target. Dalam rapat bersama tim anggaran Pemkab kemarin (6/7), disebutkan bahwa hal itu karena ada masa transisi pengelolaan Puskesmas untuk menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) sehingga ada uang jasa pelayanan yang belum bisa dibayarkan. “Ini membuktikan bahwa perencanaan dari Pemkab belum baik,” kata Slamet.
Banggar juga meminta OPD yang tidak mampu menyerap anggaran secara optimal, dikurangi programnya.
Rapat Banggar itu juga mengawali pembahasan-pembahasan antara pemkab dan dewan menuju perubahan APBD 2018. Keberadaan dana tersisa di kas daerah, membuat performa APBD Ngawi kurang baik karena sisa lebuh pagu anggaran (Silpa) besar. Kesulitan lainnya, ada dana Silpa yang tidak bisa diserap kecuali untuk pos tertentu. Ini misalnya pada pos tunjangan profesi guru yang tidak bisa cair karena persyaratan guru calon penerima dana TPP tidak lengkap. Juga pos Dana Alokasi Khusus (DAK) yang belum turun juklak dan juknisnya. Jumlah dana atas pos ini cukup besar yakni Rp 191 M lebih. Dana ini hanya dapat menjadi simpanan yang menganggur sampai ada ketentuan lebih lanjut.
Kekuatan anggaran di PAPBD sendiri diperkirakan hanya sekitar Rp 59,9 M. Sedangkan usulan program yang terpilih sekitar Rp 70 M. “Sisa atas kekurangan dalam perencanaan ini akan diakukan seleksi lagi terhadap program yang jadi prioritas,” ujar Slamet.(ari)
post-top-smn

Baca berita terkait