Wednesday, 22 May 2019

Bakti Targetkan 2020 Indonesia Merdeka Telekomunikasi

post-top-smn

Surabaya, SMN – Gugusan pulau dan wilayah Indonesia yang sangat luas, tak seluruhnya menarik bagi perusahaan seluler untuk membangun jaringan telekomunikasi di lokasi tersebut. “Daerah yang termasuk dalam golongan terpencil, terluar, tertinggal dan di perbatasan Indonesia menjadi tugas kami dalam membangunkan infrastruktur jaringan telekomunikasinya,” ungkap Fadhilah Mathar, Direktur Sumberdaya dan Administrasi Balai Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Jumat (24/8).

Indah, sapaan akrab alumni manajemen strategik Universitas Indonesia ini, hadir di Surabaya dalam Seminar sehari bertema “BAKTI untuk Negeri.”

Seminar tersebut merupakan kerjasama Kementerian  Kominfo dan Dewan Pers demi terwujudnya ekosistem pers yang makin baik dengan ketersediaan jaringan telekomunikasi di seluruh Indonesia. “Jadi BAKTI hanya membangun sekitar 11 persen daerah di Indonesia, kami juga mengapresiasi inisiasi dari Dewan Pers bahwa jaringan internet yang memadai perlu disediakan demi menumbuhkan ekosistem pers yang positif,” ungkap Indah.

Pulau-pulau terpencil, terluar dan tertinggal serta berada di perbatasan, berkat pembangunan infrastruktur internet yang dibangun BAKTI, kini makin cepat menerima kemajuan dan informasi. “Tugas kita bersama untuk menjaga agar informasi yang sampai ke masyarakat ini fakta dan bukan hoaks,” tambahnya.

BAKTI sendiri menargetkan Indonesia merdeka telekomunikasi pada 2020. Anggaran yang dikelola BAKTI sekitar Rp. 14 triliun pada tahun ini, demi mewujudkan infrastruktur internet yang menguhubungkan nusantara. (Palapa ring). “Namun kami juga terbuka bila ada daerah yang meminta kebutuhan internetnya memang urgent dipenuhi negara, di luar 11 persen tadi,” tambahnya.

Seminar yang berlangsung sehari tersebut dihadiri sejumlah wartawan dan pelaku pers. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait