Wednesday, 19 September 2018

Bakoorwil Jember Kunjungi Kota Probolinggo

post-top-smn

 

 

 

Kepala Bakoorwil Jember R.Tjahyo Widodo .Sh.M.Hum didampingi Walikota HJ.Rukmini.Sh.Msi saat mengunjungi Tempat – tempat wisata yang ada di kota Probolinggo .

Probolinggo, SMN  Pemerintah Kota Probolinggo Hari ini (10/7) menerima kunjungan Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jember, R.Tjahjo Widodo.SH.MHUm, kunjungan ini merupakan salah satu bagian kerjasama fasilitasi pengembangan wisata dan pasar ber – SNI antara Pemerintah Kota Probolinggo dengan Bakoorwil 5 Jember.

Perbincangan diantara kedua belah pihak digelar di Gedung Sabha Bina Praja, Kantor WaliKota Probolinggo. Dalam kunjungan ini, Bakoorwil V Jember ingin membantu untuk mengembangkan fasilitas pariwisata yang ada di Kota Probolinggo. Kepala Bakoorwil V Jember juga bahkan sempat menikmati city tour ke sejumlah tempat wisata yang ada di Kota Mangga ini.

Beranjak dari Kantor WaliKota Probolinggo, rombongan menuju Museum Dr. Saleh hingga Gereja Merah, Klentheng Tri Dharma, Alun-alun kota, Bee Jay Bakau Resort hingga Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) juga tak luput dari rangkaian kunjungan. Rombongan berhenti di Museum Probolinggo untuk melihat segala potensi budaya yang ada di Kota Probolinggo.

Wali Kota HJ. Rukmini. Sh .Msi menyampaikan harapannya agar melalui kunjungan Kepala Bakoorwil ini, kebutuhan Kota Probolinggo di sektor pariwisata bisa terpenuhi. “Semoga dengan adanya kunjungan Kepala Bakoorwil V Jember, kebutuhan terkait potensi pariwisata yang sudah ada ini bisa terpenuhi, termasuk bus pariwisata yang nantinya digunakan untuk city tour. Alhamdulilah Kepala Bakoorwil V Jember mengapresiasi motif batik kita,”

Kepala Bappeda Litbang, Rey Suwigtyo.S.Sos.Msi menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan salah satu langkah kerjasama antara Pemerintah Kota Probolinggo dengan Bakoorwil. “Program city tour akan menjadi ikon di wilayah Bakoorwil 5 Jember. Termasuk pasar yang Ber-SNI, yang diusulkan oleh Kepala Bakoorwil adalah Pasar Baru

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), Drs.Gatot Wahyudi.Msi menyatakan masih banyak kriteria yang harus dipenuhi untuk menuju pasar ber – SNI.

“Yang memungkinkan untuk menjadi pasar ber – SNI adalah Pasar Baru dan Pasar Kronong karena pasar ini yang sudah direvitalisasi. Dan nanti harus dibuat pola baru untuk mengubah image masyarakat, baik pembeli maupun penjual agar mereka bisa menjaga, ikut memiliki pasar,”

Lebih lanjut Gatot, beberapa kriteria untuk menjadi pasar ber – SNI antara lain pasar harus memiliki ruang laktasi, CCTV, hingga monitor TV yang dapat menunjukkan perubahan harga terkini. (edy)

post-top-smn

Baca berita terkait