Saturday, 24 August 2019

Breaking News

Bahan Kimia Seperti Pengawet, Pemanis, Menghantui Konsumen

post-top-smn

Lumajang, SMN – Banyak produk makanan yang tidak memperhatikan pentingnya kesehatan.  Di pasaran sangat banyak makanan yang membahayakan konsumen. Pasalnya, makanan tersebut mengadung zat kimia dan menggunakan bahan pengawet, maupun pemanis buatan. Zat kimia dan bahan pengawet yang dicampur dengan produk makanan, kemudian dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu lama, akan membahayakan dan munculnya berbagai penyakit.

Hal itu disampaikan Plt. Bupati Lumajang, dr. Buntaran Supriyanto, M.Kes., saat membuka Sosialisasi Bahan Berbahaya Pada Pangan dan Pengaruhnya Pada Kesehatan, di Gedung Guru, Sabtu pagi (17/3/).

Dr Buntaran menyampaikan, bahwa sosialisasi seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya zat kimia dan bahan pengawet dalam makanan yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi.
Sosialisasi itu diselenggarakan secara dialogis, sehingga peserta bisa berdiskusi dengan nara sumber. Itu sebabnya, Plt Bupati, berharap peserta dapat bertanya sehingga banyak materi yang akan diuraikan tentang kegiatan tersebut.

Kabid. Pengujian Terapetik, Narkotika Dan psikotropika dan Obat Tradisional Kosmetik dan Produk Komplemen, Dra. Endah Setijowati, Apt., menjelaskan bahwa dampak dari mengkonsumsi makanan dan obat palsu membawa kerusakan terhadap fungsi – fungsi tubuh dalam jangka panjang, misalnya kerusakan jantung akibat mengkonsumsi jamu botolan, kerusakan hati, gagal ginjal dan sebagainya.

Masalah utama keamanan pangan adalah penggunaan pemanis dan pengawet yang melebihi takaran, penggunaan bahan kimia yang dilarang pada pangan seperti boraks, formalin, dan pewarna rhodamin B serta methanil yellow.

Menurutnya, bahaya lain dari bahan kimia tersebut adalah, keracunan setelah mengkonsumsi pangan, akibat kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan makanan sehat..
Oleh karena itu, keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang hendak dikonsumsi oleh semua masyarakat. Pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan.

“Pangan yang aman adalah pangan yang bebas dari bahaya biologis, kimia dan fisika dan penanganan pangan yang baik dapat membuat pangan menjadi terbebas dari bahaya tersebut ” imbuhnya. (Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait