Tuesday, 22 January 2019

Badan Lingkungan Hidup & Dinas Kelautan dan Perikanan Tutup Mata, Terkait Limbah PT BCI Dibuang Ke Laut Hingga Cemari Perairan Selat Bali

post-top-smn
Pembuangan Limbah Pengolahan Pabrik oleh PT. BCI dibuang ke Perairan Selat Bali.

Pembuangan Limbah Pengolahan Pabrik oleh PT. BCI dibuang ke Perairan Selat Bali.

Banyuwangi, SMN – Berawal dari keluhan sejumlah para nelayan dan pembudidaya terumbu karang yang berada di lokasi perairan selat Bali tepatnya berada di sejumlah titik zona budidaya Desa Bangsring – Bengkak, Kecamatan Wongsorejo dan sekitar pesisir pantai watudodol keluhkan limbah dari PT. Banyuwangi Cannery Indonesia (BCI) dibuang ke perairan selat Bali.

Seperti yang diungkapkan petani terumbu karang saat dikonfirmasi Wartawan SMN berada dilokasi penanaman terumbu perairan laut Bangsring, Mustafa mengatakan, bahwa selama menanam terumbu diperkirakan lebih 60 persennya proses perkembangbiakan budidaya terumbunya mengalami kematian akibat tercemari limbah yang dibuang oleh PT. BCI ke laut.

Menurutnya, hal tersebut baik secara langsung ataupun tidak langsung diduga kuat diakibatkan dari pencemaran limbah cair hasil dari produksi pengelolaan bahan baku dari PT. BCI. Terbukti, sebelum berdirinya pabrik pengalengan ikan yang dikelola oleh PT. BCI tersebut kondisi perairan selat bali tergolong aman dari pencemaran limbah.

“Untuk perkembangbiakan terumbu membutuhkan waktu 4 bulan untuk bisa hidup secara maksimal. Disaat tercemari limbah cair pabrik yang dibuang ke laut sangat berdampak pada ekosistem yang ada disekitar pinggir pantai. Saya juga bingung harus mengadukan ke siapa untuk mengungkap itu semua, berhubung ketemu sama Wartawan kita sampaikan apa adanya,” Ungkapnya.

Pantauan saat berada disekitar wilayah pabrik pengalengan ikan yang dikelola PT. BCI mengenai bau dari dampak limbah sangat terasa. Begitupula, ketika saat berada disebelah timur pembuangan limbah yang berada dekat perairan laut ternyata dialirkan ke perairan pantai selat Bali tanpa dilakukan penyaringan kembali.

Dari hasil pembuangan limbah beberapa bulan lalu, ketika dibawa ke Laboratorium Kualitas Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan, Kampus ITS Sukolilo Surabaya. Ternyata,  dilihat dari hasil uji laboratorium sangat berdampak bila limbah cair tersebut mengalir secara langsung  ke perairan laut dan sekitarnya.

Seperti yang tercantum pada data analisis hasil laboratorium, PH dari baku mutu 6-9 PH meter, TSS satuan Mg/L hasil baku mutu 30 hasil analisa 800,00 Gravimetri, COD satuan mg/L O2 hasil baku mutu 150 hasil analisa1.420,00 Reflux / Tetrimetri, BOD satuan mg/L O2 hasil baku mutu 100 hasil analisa 870,00 Winkler, Khlor bebas mg/L Cl2 hasil baku mutu 1, Sulfida mg/L H2S hasil baku mutu 1 hasil analisa 1,34 Iodimetri, NH3 – N (Total) satuan mg/L NH3-N hasil baku mutu 5 hasil analisa 126,93 Kjeldahl dan minyak dan lemak satuan mg/L hasil baku mutu 15 hasil analisa 112,00 Gravimetri.

Mengenai dari hasil uji laboratorium kualitas lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan FTSP ITS tersebut merupakan hasil laporan cuplikan air yang diterima laboratorium ITS tertanggal 24 Agustus 2016 lalu.

Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi ketika akan dikonfirmasi enggan memberikan komentar. Begitupula, Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi belum bisa memberikan jawaban klarifikasi terkait pencemaran limbah yang berdampak pada perairan selat Bali. Sehingga, bisa diambil kesimpulan, kedua Dinas tersebut terkesan Tutup mata dalam menyikapi permasalahan limbah dari PT BCI.

Selain itu, Pengelola wisata sekaligus Lembaga Peduli Lingkungan Pelestarian Sumber Daya Alam (SDA) yang tergabung didalam wadah Pesona Bahari dalam waktu dekat akan memberikan surat teguran dan mengkonfirmasi langsung ke perusahaan PT. BCI untuk tidak melakukan pembuangan limbah secara sembarangan.

Seperti diungkapkan Ketua Pesona Bahari, Abdul Azis mengatakan, pembuangan limbah sembarangan ke perairan laut yang dilakukan oleh perusahaan tidak bisa ditoleransi. Karena, baik secara langsung dan tidak lagsung dalam jangka panjang akan dapat merusak perkembangbiakan ekosistem yang berada disekitar perairan.

“Kami akan melakukan teguran, bila tidak digubris kami akan melaporkan hal ini ke pemerintahan yang berwenang,” Katanya. (Edhi Prasetyo)

post-top-smn

Baca berita terkait