Sunday, 20 May 2018

Badai La Nina, Waspadai Daerah Jatim Rawan Bencana Puting Beliung dan Gempa

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

Surabaya, SMN –  Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengimbau dan mewaspadai sejumlah daerah di wilayah Jawa Timur rawan terjadi bencana longsor, angin puting beliung dan gempa. Ini disebabkan cuaca La Nina sejak Oktober 2016 hingga Januari 2017 mendatang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Achmad Robiul Fuad di kantornya, Kamis (17/11) mengatakan, potensi ancaman bencana di Jatim berhubungan dengan hidrometeorologi. Dampaknya, sebagian wilayah di Jatim rawan longsor, angin kencang atau puting beliung dan gempa.

Beberapa daerah di Jatim yang rawan longsor, antara lain Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Malang, Tulungagung, Lumajang, Pamekasan dan Kota Batu. Di daerah tersebut, kontur tanah bergerak dan tidak kuat menahan air akibat curah hujan tinggi, sehingga rawan terjadi longsor. “Kami sudah menyosialisasikan kepada masyarakat agar menanam pohon dengan akar yang kuat, bukan menanam tanaman seperti sayuran,” ujarnya.

Sementara daerah yang rawan di terjang angin puting beliung, adalah Kabupaten Malang, Tulungagung, Nganjuk, Jombang, Lamongan, Ngawi,  Trenggalek, dan Pamekasan. Daerah tersebut rawan angin puting beliung karena faktor geografis dan berkurangnya vegetasi hutan yang berfungsi menghambat kecepatan angin. “Faktor utamanya karena cuaca La Nina. Ini merupakan fenomena alam yang membuat curah hujan tinggi, dan kini sedang melanda Jatim,” ucapnya.

Sedangkan daerah di Jatim yang rentan terjadi gempa adalah Pacitan bagian selatan, Trenggalek bagian selatan, Tulungagung bagian selatan, Lumajang, dan Malang. Menurut Fuad, gempa di daerah tersebut dengan kekuatan kecil antara 2,9 hingga 5,3 skala Richter. “Gempa di daerah tersebut hanya berkekuatan kecil dan tidak berpotensi stunami,” paparnya.

BPBD Jatim mengaku telah menyiapkan strategi tanggap bencana. Diantaranya menyiapkan peralatan dan logistik di beberapa daerah. Selain itu, BPBD juga telah menyiapkan jalur evakuasi dan lokasi evakuasi dan berlangsung situasional. “Sementara untuk mengantisipasi terjadinya angin puting beliung, BPBD di daerah bersama Forpimda juga melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon di sejumlah ruas jalan yang dianggap membahayakan,” pungkasnya. (pca/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait