Saturday, 20 October 2018

Awal Desember, Jatim Terapkan Pengaturan Angkutan Barang Jalur Pandaan-Malang

post-top-smn
Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ) Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi

Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ) Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi

Surabaya, SMN – Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ) Prov Jatim pada awal Desember mendatang akan menerapkan pengaturan atau pembatasan terhadap truk pengangkut barang yang melewati jalur nasional Pandaan-Malang. Pembatasan ini khusus diberlakukan setiap hari libur (weekend), mulai Jumat-Sabtu dari arah Surabaya menuju Malang pukul 15.00-21.00 WIB sedangkan hari Minggu dari arah Malang menuju Surabaya mulai pukul 15.00-21.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub dan LLAJ) Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, di Surabaya, Senin (21/11) mengatakan, aturan ini telah disetujui Menteri Perhubungan dan dituangkan dalam Keputusan Menteri 655 Tahun 2016 per 25 Oktober lalu

“Pemprov Jatim berupaya memberikan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat secara umum. Oleh karena itu Dishub dan LLAJ Jatim ditugasi selalu melakukan evalusi dan mengambil langkah yang diperlukan. Seperti halnya ini, Gubernur (Soekarwo) yang mengusulkan aturan ini ke pusat dan disetujui bahwa kendaraan truk pengangkut barang dilarang melintas di ruas jalan nasional Pandaan-Malang. Hal itu berlaku setiap Jumat, Sabtu, Minggu mulai pukul 15.00-21.00 WIB,” jelasnya.

Lebih lanjut, usulan tersebut juga telah melalui pembahasan bersama dibahas lewat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan se-Jatim dan mereka sepakat untuk ruas Pandaan-Malang dilarang dilalui angkutan jenis truk khusus pada hari libur dan jam yang ditentukan.

“Jalur Surabaya-Malang khususnya saat weekend ini kan terjadi kepadatan yang luar biasa. Jika hari biasa kita bisa ditempuh hanya 1 jam 10 menit, namun pada Jumat hingga Minggu butuh waktu tempuh 4-5 jam. Khusus di jalur ini, visi rasio (volume kendaraan dibagi kapasitas jalan) saat hari libur mencapai 0,98. Atau kata lainnya sangat padat,” kata Wahid.

Dia menambahkan, begitu pula arah sebaliknya khsusus pada Minggu sore dimana visi rasionya sama yakni 0,98 dengan level of service klas E. Artinya dari sisi pelayanan sangat jelek. Padahhal jika hari biasa visi rasio hanya di level 0,68.

“Malang dan sekitarnya kan kawasan wisata, wajar kalau arah kesana padat. Tapi kan itu juga perlu diantispasi, jalan ke arah Malang juga banyak tanjakan yang biasanya jadi penyebab truk mogok, ga kuat nanjak, kalau terjadi itu maka antrean akan sangat panjang. Karena itu kami melakukan koordinasi dangan forum LLAJ, akhirnya disepakatai perlu bahwa angkutan barang dibatasi,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, truk pengangkut barang yang dilarang beroperasi di ruas jalan nasional Pandaan-Malang yakni yang memiliki JBB (jumlah berat yang diperbolehkan) sebesar 3,5 ton, kendaraan tempelan, gandengan juga kontainer. Sementara kendaraan truk yang tetap diperbolehkan melintas saat weekend yakni truk pengangkut BBM/BBG, bahan pokok, susu, ternak, eskpor impor dan air mineral.

Sementara itu, Kabid Dalops Dishub dan LLAJ Jatim Isa Anshori mengatakan, untuk mematangkan program ini, kini Dishub Jatim bersama pihak terkait gencar melakukan sosialisasi terhadap para pengusaha dan melakukan pemasangan rambu-rambu untuk mendukung jalannya aturan baru tersebut.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, baik dengan kab/kota serta pihak kepolisian yang nantinya berperan melakukan pengawasan dan penindakan dilapangan. Sanksi tegas bisa dilakukan dengan penilangan, akan tetapi saat ini masih diberikan sosialiasi dilapangan,” ujarnya. (ris/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait