Wednesday, 22 May 2019

Atap Membran Amphyteater Lepas, Seminggu Dibiarkan Melambai

post-top-smn

 

Lepasnya atap membran di gedung amphytheater setelah diterpa angin kencang, lebih dari sepekan.

Ngawi, suaramedianasional.co.id – Bunyi berkelebat begitu keras menyapa pengunjung Alun-alun Ngawi, sejak Kamis (07/3) lalu. Bunyi itu berasal dari lepasnya atap membran di gedung amphytheater setelah diterpa angin kencang, lebih dari sepekan.
Seperti tikar besar yang dikibaskan begitu kencang, begitulah bunyi membran di gedung amphytheater itu sering mengejutkan mereka yang ingin menghabiskan waktu luang di tempat tersebut. “Sering kami kaget, apalagi kalau anginnya kencang, bunyinya pun keras sekali,” ujar Widodo, salah satu pengunjung alun-alun.
Sejak atap membran tersebut lepas, menjadikan gedung amphytheater yang dirancang semi terbuka itu, benar-benar menjadi terbuka. Membran terlihat menjuntai hampir menyentuh lantai. Saat ada tiupan angin, membran berwarna putih itu melambai menunjukkan beberapa bagiannya yang sudah berlumut.
Sejumlah lampu untuk lighting pertunjukan di gedung itu pun dipertaruhkan apabila sering kepanasan dan tertimpa hujan.
Kepala UPT Alun-alun Ngawi, Suseno, mengakui perekat membran lepas sejak angin kencang Kamis minggu lalu. UPT sendiri, tak dapat langsung bertindak atas perbaikannya namun melaporkannya ke Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpura) selaku OPD yang menaungi. Dia juga mengungkapkan dalam waktu dekat belum ada permintaan izin pakai gedung tersebut. “Katanya sih, masih menunggu teknisi yang memperbaikinya tapi dari perusahaan di Surabaya,” ujar Seno, sapaan akrabnya.
Kerusakan atap membran sendiri sudah pernah terjadi beberapa tahhn lalu, untuk barang serupa yang digunakan pada lapangan tenis, di alun-alun timur. Saat itu, banyak pihak meminta Pemkab melakukan kajian ulang akan efektifitas dan daya tahan penggunaan atap membran, dibanding resiko kerusakan dan biaya pemeliharaannya yang sulit diprediksi. “Jadi sebenarnya kalau desain memakai atap membran dan kemudian masyarakat disuguhi kerusakannya, bukan barang aneh lagi,” ujar Widodo, pengunjung rutin Alun-alun Ngawi.
Bunyi kibasan membran sendiri, bagi para pengunjung, sudah mengganggu dan mereka berharap perbaikan segera dilakukan oleh pihak yang berwenang. (ari)   
post-top-smn

Baca berita terkait