Monday, 23 July 2018

APKI, LOKAL YOUNG KOI SHOW, FIRST BREEDER KEEPING CONTEST DI CONVENTION HALL

post-top-smn
Kepala Dinas Perikanan, Nur Hafid ketika memberikan cindera mata pada dewan juri

Kepala Dinas Perikanan, Nur Hafid ketika memberikan cindera mata pada dewan juri

Kediri, SMN – Dinas Perikanan Kabupaten Kediri memberikan dukungan,  semangat dan apresiasi pada pelaksanaan Asosiasi Pengusaha Koi Indonesia (APKI) Lokal Young Koi Show yang ke 5 Tahun,  First Breeder Keeping Contest, pada hari Jumat s.d Minggu (27-29/10) di Convention Hall SLG Kediri. Hadir dalam penutupan dan penyerahan penghargaan pada pemenang Lokal Koi Show ini Bupati Kediri dalam hal ini diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Perikanan, Kanwil Perikanan Prop. Jatim, Ketua APKI, Dewan Juri dari berbagai daerah termasuk dari Malaysia, dan peserta nasional dari seluruh Indonesia, total 300 an peserta dari seluruh Indonesia, jumlah ikan 856, koi lokal ini animo peserta paling banyak selama ini. Diawali dengan tarian biyung makarya dari siswi SMPN 1 Ngancar, kemudian menyanyikan Lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan dilanjutkan doa agar iven ini dapat untuk meningkatkan ekonomi,  mengangkat Koi Lokal,  petani lebih maju, mandiri juga sejahtera.

Ketua Panitia Pelaksana,  Agung Wibowo, dalam sambutanya mengucapkan, “Kami KKC mengundang agar kegiatan tahunan APKI dapat diselenggarakan di Kediri, kontes ini adalah untuk meningkatkan kualitas ikan Koi lokal Indonesia, membandingkan dengan ikan koi import,  ada 856 ekor dari berbagai kota dan daerah di seluruh Indonesia. APKI telah mempercayakan First Breeder Keeping Contest  untuk digelar KKC di Kediri, semoga pelaksanaan yang kedua nanti lebih bagus lagi, terima kasih peserta yang telah menyumbangkan ikan untuk dilelang”, demikian pungkasnya.

Sugiarto Budiono, Ketua APKI mengucapkan, “Kami berterima kasih pada KKC, Tim juri dari Malaysia, semua pihak yang telah memberikan perhatian, ini yang pertama APKI BREEDER KEEPING CONTEST,  berharap KKC harus aktif komunikasi, jemput bola merundingkan untuk meningkatkan potensi di Kediri. Seluruh breeder meningkatkan kualitasnya, manajemen, kerjasama pembinaan, Organisasi/club, integritas yang baik. Intropeksi, Apa yang bisa saya diberikan untuk club KKC, APKI, agar maju dengsn pesat. Koi dapat menjadi leeder ikan hias yang lain.

Joko Susilo, SH, MM menutup acara ini, membacakan sambutan dari Bupati,  “Kontes Koi Lokal ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi pembudidaya ikan koi lokal, saya tertarik arahan Ketua APKI, pengurus KKC perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk sukses itu sulit, menyondingkan untuk dapat eksport. Tahun ini ada 55.762 ekor ikan koi, dengan nilai ekonomis mencapai 223 Milyard,  sejak tahun 2012 koi telah disentrakan menjadi 5 daerah”,  demikian paparnya.

Agung Wibawa, salah satu breeder ikan koi lokal dari Plosoklaten,  Kediri mengaku senang dan sekaligus bangga,  sebagai breeder banyak ikan koinya telah memenangkan contes, setidaknya ada lebih dari 7 kategori disabetnya dalam kontes kali ini.

Kepala Dinas Perikanan Nur Hafid, ketika dikonfirmasi menyampaikan, “Ivent semacam ini, KKC mengundang APKI untuk menyelenggarakan First Breeder Keeping Contest yang pertama di Kediri,  sangat membantu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas petani/peternak/pembudidaya/penggemar yang ada di Kediri. Upaya ini dapat untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tadi saya juga telah berkomunikasi dengan dewan juri dari Malaysia, menurut mereka Ikan Koi lokal di Kediri sangat potensial untuk dikembangkan, tinggal memanajemenya saja. Saya juga menyarankan agar KKC selalu berinteraksi dengan APKI, agar nanti bisa melakukan ekspor Ikan hias koi, ” demikian pungkasnya. Acara ini ditutup dengan pengundian doorprice dan lelang ikan (smg).

post-top-smn

Baca berita terkait