Wednesday, 19 December 2018

Anggaran P-APBD 2017, Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Sumatera Utara Siap Realisasikan Perbaikan Ruas Jalan Lintas Alternatif Langkat – Karo

post-top-smn
WINWORD 08/10/2017 , 13:24:43 Document2 - Microsoft Word

WINWORD
08/10/2017 , 13:24:43
Document2 – Microsoft Word

Medan, SMN – Setelah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup memberikan izinkan penggunaan lahan Pembangunan Jalan Alternatif di Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr. Hj. Nurhajizah Marpaung, SH MH melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jalan Alternatif menghubungkan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Langkat yang berada di Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Senin (2/10).

Dalam peninjauan tersebut, turut hadir diantaranya, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Kadis Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Sumatera Utara, Ir. Abdul Haris Lubis, M.Sc, Kepala BPBD Provinsi Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis, Ka.UPTD. Kabanjahe, Ir.Moden Berutu, Dandim 0205/ TK Letkol Inf Agustatius Sitepu, Kepala Bapedda Kabupaten Karo Ir. Nasib Sianturi dan sejumlah SKPD Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Wagubsu, Nurhajizah Marpaung, dari hasil peninjauan tersebut, bahwa di Jalan Lintas Alternatif Langkat – Karo telah dibuka di beberapa ruas jalan dengan kondisinya sangat memprihatinkan. Selain permukaannya tidak rata dan berbatu dengan kemiringan hingga 45 derajat, beberapa bagian badan jalan juga berlumpur dan cenderung licin sehingga sudah dipastikan tidak layak untuk dilintasi kendaraan,” katanya.

Disamping itu, ia menjelaskan bahwa Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup telah mengizinkan penggunaan lahan di Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) maka pihaknya akan segera memperbaiki akses Jalan Alternatif menghubungkan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Langkat bisa rampung tahun ini juga guna memperlancar lalu lintas antarkabupaten itu khususnya saat bencana alam.,” jelas Wagubsu.

Sementara Kadis Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Sumatera Utara, Ir. Abdul Haris Lubis, M.Sc menyatakan siap pihaknya untuk merealisasikan memperbaiki jalan alternatif menghubungkan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Langkat ini, dimana setelah dicek dilapangan diperkirakan jalan yang rusak masuk Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) adalah sepanjang lebih kurang 5 Km, ini akan kita kerjakan ” Bu Wagubsu ” nanti tanggal 6 Nopember 2017 ini kita sudah mulai lakukan pekerjaan dengan bersumber dana P-APBD Provinsi Sumatra Utara,” ujar Abdul Haris Lubis.

Sambung Abdul Haris Lubis kedepan perbaikan jalan ini akan dikerjakan dengan dana P-APBD Provinsi Sumatra Utara dengan cara pengerasan jalan dulu, agar sementara bisa dilewati pengguna jalan, karena kondisi jalan saat sekarang ini berlubang lubang dan hampir semua badan jalan hancur, sulit dilalui kendaraan roda 4 bertipe sedan dan sejenisnya, baru selanjutnya ditingkatkan dalam anggaran selanjutnya, untuk perkembangan , jalan tersebut,” ucap Abdul Haris Lubis.

Bupati Karo Terkelin Brahamana mengungkapkan sangat bersyukur apabila jalan ini akhirnya bisa dilalui sebagai Jalan Alternatif tembus Kabupaten Karo dengan Kabupaten Langkat dan saya minta kepada masyarakat karo khususnya, agar dijaga kelestarian lingkungan hutan alamnya, tidak mengganggu yang masuk Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), sebab ini adalah penting agar semua hutan terlindungi, namun jalan bisa kita pergunakan sebagai mana kebutuhan jalan alternatif saat ini, dan membantu perkembangan ekonomi antara penduduk Kabupaten Karo dengan Kabupaten Langkat,” ucap Terkelin Brahmana singkat.

Terpisah Kadis Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Harlen Purba mengungkapkan jika perbaikan jalan akan dilaksanakan pada Bulan Nopember 2017 ini, tapi saya minta kepada Kadis Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Sumatera Utara supaya membuat awal pintu masuk Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dengan membangun Gapura dan membuat Tulisan ” Selamat memasuki Kawasa Hutan ” dan kita jaga bersama sama, maksud tulisan ini agar mengingatkan masyarakat tidak menggangu Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL),” terang Harlen Purba.

Data diperoleh Suara Media Nasional, Pembangunan Jalan Lintas Kabupaten Langkat – Kabupaten Karo dimulai tahun 1968 dan pada tahun 1982 jalan mulai diaspal secara bertahap. Pada tanggal 19 Januari 2012, Gubernur Provinsi Sumatera Utara mengeluarkan SK No. 188.44/30/KPTS/2012 tentang Penetapan Ruas Jalan Provinsi, yakni Ruas Jalan Provinsi Jurusan Kuta Rakyat – Bts. Langkat di Kabupaten Karo 12.65 km yang melewati Kawasan Hutan Suaka Alam (Tahura) sepanjang ± 8.04 km dan Kawasan Hutan Produksi (HPT) sepanjang ± 1.80 km.

Ditetapkan pula ruas Jalan Provinsi Jurusan Namu Ukur – Bts. Karo di Kabupaten Langkat 32.20 km yang melewati Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sepanjang 5.362 km dan Hutan Produksi Terbatas (HPT) sepanjang 510.74 m.

Permohonan Izin Pengguna Kawasan Hutan Suaka Alam Taman Hutan Rakyat (Tahura) dan Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Jalan Kuta Rakyat – Bts. Karo di Kabupaten Langat diawali Akta Perjanjian No.362/KWL-5.1997 tanggal 11 Pebruari 1997 tentang Pinjam Pakai Tanah Kawasan Hutan Sinabung Register 2/K untuk Pembanguan Jalan Tembus Kabupaten Karo – Bts. Langkat sepanjang 11.420 m atas nama Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara.

Namun saat mengupayakan perpanjang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan kepada Dinas Kehutanan pada tahun 2014, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara telah menerbitkan SK No. 579/Menhut-II/2014 tentang Kawasan Hutan Provinsi Sumatera Utara, dimana Ruas Jalan Kuta Rakyat – Bts. Langkat yang berada dalam kawasan Tahura dan Namu Ukur – Bts.Karo pada Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) berubah fungsi dari Kawasan Hutan Lindung menjadi Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam.

Bahkan pada tahun 2015, Kementerian Kehutanan mengeluarkan Surat Edaran yang isinya menyebutkan bahwa Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) merupakan salah satu situs warisan dunia di Indonesia yang ditetapkan oleh Badan Dunia UNESCO dan diminta menghindari open acces yang akan memicu penggunaan Kawasan Hutan oleh pihak pihak tertentu.

Pada saat Kunjungan DPRD Provinsi Sumatera Utara ke Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup melalui Sekretaris Ditjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Kehutanan Ir. Yuyu Rahayu, MSc menyetujui (memberikan Izin Pinjam Pakai) Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) untuk pembukaan Jalan Propinsi dari Kabupaten Langkat – Desa Telagah – Lau Kawar tembus Tanah Karo sepanjang 36 Km. (Maria Batubara)
post-top-smn

Baca berita terkait