Sunday, 21 October 2018

Ambles Tergerus Hujan, Wabup Tinjau Jembatan Talunbrak

post-top-smn
Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, saat meninjau langsung ke lokasi jembatan ambles dan putus akibat abrasi air hujan, di Dusun Talunbrak, Kecamatan Dawarblandong, Kamis (10/11) siang.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, saat meninjau langsung ke lokasi jembatan ambles dan putus akibat abrasi air hujan, di Dusun Talunbrak, Kecamatan Dawarblandong, Kamis (10/11) siang.

 

Kab. Mojokerto, SMN – Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, melakukan peninjauan langsung ke lokasi jembatan ambles dan putus akibat abrasi air hujan, di Dusun Talunbrak, Kecamatan Dawarblandong, Kamis (10/11) siang.

“Kondisi (jembatan) memerlukan penanganan dan tindak lanjut cepat. Kondisi tanah di bawah pondasi jembatan sudah ambles karena debit air hujan yang tinggi.  BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Mojokerto diminta untuk segera menyelesaikan penanganan. Intinya harus selesai meskipun masih perbaikan darurat, mengingat jembatan ini adalah akses satu-satunya bagi anak-anak untuk pergi ke sekolah. Warga yang biasa menggunakan jembatan untuk aktivitas sehari-hari, harus memutar kurang lebih 10 km untuk sampai ke tujuan,” papar wakil bupati.

Bersama Kepala BPBD, Tanto Suhariyadi dan Dandim 0815, Letkol Czi Budi Pamudji, wakil bupati mengatakan jika jembatan dengan panjang 60 meter tersebut diperbaiki terakhir pada tahun 2010. Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui BPBD, menganggarkan dana sekitar 206 juta rupiah untuk memulihkan lagi keadaan jembatan. Untuk pembenahan secara keseluruhan, taksiran dana yang diperlukan berkisar di angka 1 miliar lebih.

“Koordinasi (dana perbaikan) dengan BPBD tadi sekitar 206 juta rupiah. Meski penanganan darurat, selanjutnya akan segera dianggarkan untuk perbaikan lebih intens dan menyeluruh. Bagian selatan yang paling rusak parah, sebelah utara setidaknya masih bisa dipijak untuk distribusi material perbaikan. Tim BPBD dan Personil TNI juga masyarakat, bekerja keras dan kompak. Semoga hal ini bisa segera kita lewati secepatnya,” harap wakil bupati.

Kuswanto, salah seorang staf kecamatan yang berada di lokasi membenarkan jika aktivitas masyarakat dalam beberapa hari terakhir cukup tersendat karena kejadian tersebut.

“Aktivitas perekonomian cukup tersendat, sejak lumpuhnya fungsi jembatan yang ambles karena hujan deras pada 27 Oktober lalu. Sejak dibangun dengan dana bantuan Pemkab tahun 2005 lalu, keberadaanya sangat membantu kelancaran aktivitas masyarakat. Ada 30 peronil TNI yang membantu pengerjaan, namun kami juga terus bersemangat untuk bahu membahu hingga tuntas,” ungkap Kuswanto. (hms/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait