Sunday, 18 November 2018

Alfian : Mohon Pemkab Tidak Mempermainkan Nasib 3.200 GTT

post-top-smn

JEMBER, SMN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, diminta jangan mempermainkan nasib Guru Tidak Tetap (GTT). Hal ini disampaikan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Alfian Andri Wijaya kepada awak media ini.

Dirinya menilai Pemkab Jember telah mempermainkan nasib GTT, berdasarkan dari informasi yang diterima olehnya beberapa waktu yang lalu.

“Ada lebih dari 3200 GTT yang mendapat Surat Penugasan (SP) dari Bupati Jember, dr Hj Faida MMR, namun baru sekitar 500 GTT saja yang sudah menerima honor,” terangnya.

Alfian sangat prihatin dengan manajemen kerja dari Bupati Jember. Sebenarnya, kata Alfian, kalau sesuatu sudah disepakati bersama antara Komisi D DPRD Kabupaten Jember dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, lebih baik honor GTT segera dicairkan.

“Jangan mempermainkan nasib GTT. Terkait mekanisme, memang kita serahkan ke Pemkab Jember,” ujar Alfian lagi.

Memang dibenarkan oleh Alfian, jika dalam pencairan masih ada kendala terkait dengan jumlah honor yang diterima masing-masing GTT.

“Kita mengetahui jika ada yang tidak sama dari penerimaan honornya yang janjinya tersebut, yaiti Rp 1,4 juta, seharusnya sebelumnya kan perlu dikalkulasi dengan matang dulu,” kata Alfian menambahkan.

Menurut politisi Gerindra ini, pihak Pemkab Jember jangan mengeluarkan janji terlebih dahulu, tetapi pada prakteknya malah menimbulkan polemik.

“Harusnya dijelaskan terkait rentang honor yang diterima, dari sekian sampai sekian, bukan ketika telah disebutkan nominalnya berapa yang akan diterima, malah tidak sesuai, dan bahkan ada yang belum menerima. Ini kan istilah kerennya sekarang, PHP (Pemberi Harapan Palsu),” ungkapnya.

Menurut pria asal Kaliwates ini, bahwa jelas-jelas Pemkab Jember sudah mempermainkan nasib GTT, atau nasib rakyat.

Yang pertama soal gaji atau honor yang ternyata faktanya hanya (kurang lebih) 500 guru yang dapat, padahal ada 3.200 GTT sesuai datanya.

“Dan yang kedua, masih banyak GTT yang belum dapat SP. Ini sudah masuk bulan 7, artinya kan kalau secara hukum, GTT ini tidak punya kewenangan untuk mengajar di sekolah itu. Artinya ini mempermainkan nasib GTT statusnya dengan belum dapat SP, juga nasib gajinya,” bebernya.

Persoalan yang dihadapi GTT pun juga tidak cukup sampai di situ, katanya, belum lagi terkait jarak mengajar yang tidak sesuai harapan.

“Ada yang penempatan di barat Kecamatan Sumberbaru, harus mengajar di Kecamatam Sukowono, ada juga dari Kecamatan Gumukmas, mengajar di Kecamatan Sukowono. Bahkan sampai saya dengar ada kecelakaan yang menimpa mereka. Ini saya prihatin sekali,” tandasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi secara terpisah, Ketua PGRI Kabupaten Jember, Supriyono membenarkan akan hal tersebut.

Menurut Supriyono, dalam pertemuan antara PGRI dengan GTT beberapa hari lalu, diketahui bahwa baru sekitar 500 orang GTT yang sudah menerima honor. Sedangkan 2700 GTT sisanya masih belum jelas kapan honornya akan dicairkan.

“Kurang lebih hanya 500 orang yang baru dapat honor, padahal masuknya (data GTT) sekitar 3200 orang. Masuk akal (memang) karena dananya terbatas. Tetapi mestinya ada standar atau rata-rata sesuai, terkait honor yang diberikan,” tukasnya.

Misalnya, lanjut Supriyono, dengan kriteria masa kerja GTT tersebut, ijazah terakhir, ataupun misalnya juga, dengan linear jurusan dengan mata pelajaran yang diampu.

Terkait penerimaan honor, Supriyono meminta tolong untuk dijelaskan dan artinya paling tidak di SP itu, dimunculkan ada besaran berapa honor yang diterimakan, sehingga tidak menimbulkan pertanyaan dikemudian hari.

“Apalagi bertanya ke BKD dan Diknas tidak jelas, harusnya disampaikan juga lah,” sambungnya menambahkan.

Bupati Jember Faida enggan memberikan penjelasan kepada wartawan tentang persoalan Guru Tidak Tetap (GTT) yang masih menyisakan persoalan terkait jumlah penerima honor yang tidak merata dan belum semua menerima.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh PGRI Jember, dari 3200 GTT yang menerima honor berdasarkan SP, hanya sekitar 500 guru yang mendapatkan.

Usai menghadiri Rapat Paripurna LPP APBD 2017 di Gedung Parlemen, Bupati Jember, dr Hj Faida MMR enggan menyampaikan, terkait jumlah penerima honor yang masih 500 GTT, pihaknya mempersilahkan kepada wartawan untuk mencari sendiri informasinya.

“Nah kan tugasnya wartawan untuk mencari kebenaran,” kata Faida kepada sejumlah media waktu itu.

Dengan jawaban Bupati tersebut, hingga saat ini masih menjadi sebuah pertanyaan, terkait belum seluruhnya honor GTT penerima SP tersebut. Padahal persoalan GTT tersebut juga memunculkan protes.

Karena sejumlah GTT yang sudah mengabdi selama belasan tahun, hanya mendapatkan honor sedikit dan itupun tidak merata.

Terkait alasan mengapa tidak sesuai dengan pengabdian yang dilakukan, dari Pemkab Jember atau Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, belum ada konfirmasi jelas. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait