Monday, 21 January 2019

Akibat Keretakan Jembatan,  Truk Berbobot 8 Ton Dilarang Melintas

post-top-smn

Lumajang, SMN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang melarang kendaraan besar berbobot diatas 8 ton, untuk melintas di jembatan Bondoyudo, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang.

Kepala Bidang Lalu Lintas (Kabid Lalin) Dishub Kabupaten Lumajang, Tri Sunu Hadiantoro kepada media mengatakan kalau larangan tersebut untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal  buruk, seperti peristiwa jembatan yang lama.

“Dua hari yang lalu memang ada keretakan pada jembatan, dan itu sudah dilakukan pengelasan oleh dinas terkait. Namun untuk mengantisipasi adanya musibah, sementara waktu ada pengalihan arus untuk kendaraan besar,” katanya saat dimintai keterangan  lewat selulernya.

Menurut Tri Sunu,  pihaknya juga sudah melakukan berbagai sosialisasi, salah satunya  dengan cara membagikan selebaran kepada pihak pengguna jalan, khususnya yang akan melintas di jembatan Bondoyudo tersebut.

“Kami lakukan sosialisasi agar para pengguna jalan yang melintas di jembatan Wonorejo mengetahui, bahwa ada larangan untuk melintas dan arus dialihkan untuk kendaraan besar,” ungkapnya lagi.

Masih menurut Tri Sunu, pihaknya sudah menerjunkan sejumlah anggota Dishub untuk menyebarkan selebaran tersebut sebelum jembatan dan sesudah jembatan Bondoyudo.

“Kami sudah dua kali mengalihkan jalur kendaraan berat yang hendak melintasi jembatan tersebut. Semua kendaraan bermuatan berat, baik dari selatan maupaun dari utara, diperintahkan untuk sementara waktu memindahkan haluannya ke jalur lintas timur (JLT),” pungkasnya.
Namun terkait dengan keamanan jembatan, Tri Sunu tidak tahu detail, itu adalah kewenangan Dinas PU.

Sementara itu, kabar retaknya salah satu bagian besi penyusun jembatan besar itu sampai membuat pejabat Kementrian PU turun gunung. Tri Sunu mengabarkan jika pejabat Kementrian PU sedang dalam perjalanan untuk meninjau titik retakan, kemarin siang, dan akan menguji ulang kelayakan jembatan pasca dilakukan pengelasan kemarin. (Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait