Saturday, 17 November 2018

Akademisi ITS Lolos Program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi

post-top-smn

logo-its Surabaya, SMN – Sejumlah akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dinyatakan lolos dalam program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) rintisan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Prestasi tersebut dibuktikan dengan lolosnya tujuh proposal dengan berbagai jenis judul.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITS, Prof Adi Soeprijanto menuturkan bahwa tujuan dari CPPBT adalah untuk menunjang program hilirisasi hasil riset perguruan tinggi. Riset yang diutamakan oleh Kemenristekdikti adalah jenis penelitian yang sudah matang. “Paling tidak harus sudah ada prototype-nya,” kata Adi, Kamis (12/1).

Adi mengaku, awalnya ITS mendaftarkan 13 proposal penelitian dalam program ini, namun enam di antaranya tidak berhasil lolos hingga tahap pendanaan. “Kami mengajukan proposal sebanyak 13 buah, 11 di antaranya dapat lolos dari tahap administrasi (Desk Evaluation), namun hanya tujuh proposal yang dapat bertahan hingga akhir,” paparnya.

Proposal yang dinyatakan lolos di antaranya berjudul Produksi dan Perancangan Battery Management System untuk Battery Jenis Lithium Ion dengan Andi Rahmadiansyah sebagai penanggung jawabnya. Kemudian Perusahaan untuk Mengembangkan dan Membuat Body Part dan Aksesoris Otomotif yang dikepalai oleh Stefanus Eko Wiranto ST MT.

Judul selanjutnya yang lolos adalah Perusahaan Rancang Bangun dan Manufaktur Controller Motor Listrik dan Sistem Komputer Utama Kendaraan Listrik yang dibawahi oleh Alief Wikarta , Gesits Motor Listrik Indonesia: Rancang Bangun Bldc Motor Listrik Aksial oleh Muhammad Nur Yuniarto, serta Powertrain Indonesia: Rancang Bangun dan Pembuatan Chassis & Drive Train Kendaraan Listrik dengan Indra Sidharta sebagai penanggung jawabnya.

Kelima proposal tersebut, sambung Adi, memang sengaja ditujukan untuk mendukung proses produksi spare parts dari proyek motor listrik ITS yaitu Gesits. Sedangkan untuk dua proposal lainnya justru memboyong objek penelitian yang berbeda.

Proposal tersebut berjudul Produksi Fasilitas Monitoring Keselamatan Instalasi Dan Bangunan Di Laut Berbasis Automatic Identification System (AIS) dengan A A Dinariyana Dwi Putranta sebagai penanggung jawab. Adapun proposal terakhir yang lolos lebih melirik ke arah produksi material, yaitu Perusahaan Penyedia Teknologi Smelter Nikel Berbasis Mini Blast Furnace yang diampu oleh Sungging Pintowantoro.

Secara umum, terdapat tiga tahapan seleksi yang harus dilalui oleh setiap proposal yang diajukan. Pertama adalah seleksi administrasi (Desk Evaluation). Seleksi administrasi dilakukan untuk memeriksa hal-hal teknis seperti kesesuaian konten proposal dengan persyaratan yang telah ditentukan serta kesesuaian penulisan berdasarkan format yang ditetapkan.

Tahap selanjutnya adalah seleksi substansi yang meliputi beberapa aspek seperti teknologi inovasi, peluang pasar, keuangan dan rencana kegiatan CPPBT (Action Plan). Tahap yang terakhir adalah fact findings. Dalam tahap ini, tim seleksi akan memverifikasi data dan informasi yang disajikan dalam proposal dan presentasi apabila diperlukan.

Adi menjelaskan dana riset yang diterima ITS nantinya akan disalurkan untuk berbagai keperluan dalam merintis sebuah perusahaan berbasis teknologi. “Misalnya dalam hal pembelian bahan baku, pengujian produk, pelatihan atau promosi,” tandasnya. (luk/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait