Saturday, 15 December 2018

Adu Komen di Medsos, Berujung Penembakan di Jalan

post-top-smn

Sampang, Suaramedianasional.co.id – Idris hanya bisa tertunduk saat diapit para petugas kepolisian Polres Sampang. Idris harus duduk sebagaia pesakitan setelah ditangkap polisi akibat insiden penembakan yang terjadi dua hari sebelumnya terjadap Subaidi.

Kapolres Sampang, AKBP Budhi Wardiman, menyatakan, insiden penembakan itu membuat korban atas nama Subaidi (35 thn) tewas setelah sempat dirawat akibat kena tembak. “Jadi tidak meninggal seketika dan ujung pangkalnya sebenarnya dari status di medsos,” kata  Kapolres dalam jumpa pers hari ini, Jumat (23/11).

Kejadian ini bermula ketika Idris (30 thn) didatangi sejumlah orang di rumahnya dan meminta klarifikasi terkait postingan di medsos facebook. Warga Dusun Bates, Desa Tamberu Laok  Kecamatan Sukobanah ini membantah telah mengunggah kata-kata di FB yang menyinggung pihak lain terutama dari perwakilan ormas yang mendatanginya. “Idris sudah menjelaskan bahwa dia tidak bermain FB karena HP sudah dijual dan memang belum log out dari aplikasi FB sebelum menjualnya,” kata Kapolres.

Kapolres Sampang, AKBP Budhi Wardiman, menyatakan, insiden penembakan itu membuat korban atas nama Subaidi (35 thn) tewas setelah sempat dirawat akibat kena tembak. “Jadi tidak meninggal seketika dan ujung pangkalnya sebenarnya dari status di medsos,” kata Kapolres dalam jumpa pers hari ini, Jumat (23/11).

Namun, perkembangan berikutnya, suasana pertemuan dan klarifikasi berkembang dan diunggah oleh salah satu akun FB bahwa tersangka ketakutan diklarifikasi dan juga ancaman untuk membunuh Idris. Hal ini memicu kemarahan tersangka sehingga dia berusaha menelusuri siapa pemilik FB yang menyebutnya takut tersebut. “Akhirnya, dia pun mengarahkan kecurigaan pada Subaidi sebagai pemilik akun FB tersebut,” ujar Budhi Wardiman.

Idris berusaha mencari Subaidi dan menginginkan adanya klarifikasi. Upaya untuk menemui Subaidi ke rumahnya di Dusun Pandian, Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sukobanah. Namun dia tak bertemu Subaidi di rumahnya. Pertemuan kedua orang yang sudah panas di medsos ini malah terjadi di jalan Dusun Gimbuk Timur, Desa Sukabanah Laok, Sampang. “Mereka sempat saling pandang dan langsung panas hati, korban menabrakkan motornya ke motor tersangka sampai tersangka jatuh,” kata Budhi Wardiman.

Dalam posisi terjatuh, korban berusaha menyabetkan pisau ke arah tersangka namun berhasil dihindari dan membuat Subaidi terpeleset jatuh. Kesempatan ini digunakan tersangka untuk mengambl senjata rakitan dari sakunya dan menembakkan ke Subaidi serta mengenai dada sebelah kiri. “Walau tertembak, tetapi karena tidak langsung tewas, korban masih sempat memburu tersangka dan melempari dengan batu. Tersangka lari dan meninggalkan motornya serta korban. Korban sempat dirawat namun akhirnya meninggal dunia,” kata Kapolres AKBP Budhi Wardiman.

Aparat Polres Sampang akhirnya  menangkap dan menahan tersangka Idris. Pada tersangka, polisi siap menjeratnya dengan pasal 340 KUHP jo pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. (why)

post-top-smn

Baca berita terkait