Monday, 23 July 2018

Ada Warga Tak Masuk DPT, Saksi Paslon 2 Tak Tandatangani Hasil Rekapitulasi Suara

post-top-smn

JEMBER, SMN – Ada warga yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), tiga orang saksi dari pasangan calon (paslon) Nomor 2 Gus Ipul dan Mbak Puti, dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 kemarin, tolak hasil rekapitulasi manual Hasil Perhitungan Suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember, kemarin sore.

Aksi penolakan tersebut dilakukan ketiga saksi paslon, dengan tidak menandatangani berita acara hasil perhitungan suara tersebut.

Salah satu saksi paslon nomor 2, Hariyanto kepada media menyampaikan, bahwa alasan penolakan itu, karena dirinya menemukan adanya beberapa temuan yang sangat signifikan.

“Mulai dari banyaknya pemilih yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP), namun tidak terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT). Juga keterlibatan petugas program keluarga harapan (PKH), yang difungsikan untuk menyampaikan visi misi paslon nomor 1,” kata Hariyanto ketika ditemui awak media.

Jika masih ada warga yang tidak masuk dalam DPT itu, kata Hariyanto dinilai merugikan bagi paslonnya.

“Sebagai contoh, seperti di Kecamatan Kaliwates ada 2 ribu, hampir 3 ribu lebih. Kecamatan Sumbersari, ada 3 ribu lebih, di Kecamatan Patrang hampir 2 ribu lebih,” terangnya.

Seperti di Kecamatan Ledokombo, menurut Hariyanto, warga yang menggunakan hak pilihnya dengan KTP ada 0 persen.

“Ini jelas tidak masuk akal menurut kami,” jelas Hariyanto lagi.

Pihaknya, kata Hariyanto berani membuktikan bahwa banyak pemilih yang memiliki KTP, tetapi tidak terdaftar sebagai DPT.

“Sehingga hal ini yang menjadi keberatan kami, dan kami lebih baik tidak menandatangani hasil rekapitulasi ini. Kemudian nanti, apa yang menjadi temuan kita, akan dilanjutkan sampai tingkat atas, baik provinsi dan pusat,” ujarnya.

Jika seperti ini, dikatakan Hariyanto di Kabupaten Jember  proses demokrasi kurang sehat. Bagaimana bisa menciptakan seorang pemimpin, jikalau prosesnya sudah kacau balau.

Bahkan terkait keterlibatan petugas PKH juga dinilai merugikan bagi paslon nomor 2.

”Kami juga temukan indikasi program pemerintah, yakni PKH, yang (dimanfaatkan) dengan mengkoordinir para penerima PKH, untuk mencoblos paslon nomor 1. Ini kami sesalkan, karena program pemerintah dibawa ke ranah pilkada,” ujarnya.

Diketahui dari hasil rekapitulasi manual yang dilakukan KPU Jember dalam Rapat Pleno, Paslon 1 Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak, unggul dengan 555.557 suara. Sementara Paslon 2 Gus Ipul – Mbak Puti 402.998 suara.

Dengan jumlah suara sah ada 958.575 suara, suara tidak sah 22.551, dan total jumlah seluruh suara 981.126. sementara untuk partisipasi masyarakat dalam Pilgub Jatim 2018 itu, 53,75 persen. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait