Wednesday, 26 June 2019

7.093 Rumah di Sidoarjo Tersambung Jaringan Gas

post-top-smn

Sebanyak 7.093 sambungan rumah (SR) jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga dan
196 paket konverter kit (konkit) BBM ke LPG untuk nelayan kecil.

Sidoarjo, suaramedianasional.co.id – Sebanyak 7.093 sambungan rumah (SR) jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) di Sidoarjo diresmikan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Jum’at, (1/3).
Selanjutnya, 196 paket konverter kit (konkit) BBM ke LPG untuk nelayan kecil desa Tambak Cemandi juga diserahkan.
Jargas di Sidoarjo dibangun menggunakan dana APBN tahun 2018, pasokan gas berasal dari Lapindo Brantas Ltd sebesar 0,4 mmscfd. Jargas dibangun di 7 desa yaitu desa Banjar Panji, Banjar Asri, Penatarsewu, Sentul, Kalisampurno, Kedensari dan Boro.
Menurut Jonan, Pemerintah memanfaatkan dana APBN untuk pembangunan jargas bagi rumah sederhana, rusun sederhana dan daerah-daerah yang telah tersedia pasokan gasnya, seperti di Sidoarjo.
Ini merupakan kali kelima jargas dibangun di kabupaten Sidoarjo. Jargas pertama kali dibangun tahun 2010 sebanyak 4.061 SR. Selanjutnya 2.457 tahun 2011, tahun 2012 sebanyak 2.230 SR, tahun 2014 sebanyak 1.702 dan terakhir 2018 mencapai 7.093. Total jargas yang dibangun di kabupaten Sidoarjo sebanyak 17.543 SR.
Kementerian ESDM juga memasang Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU – TS) sebanyak 600 titik.
Bupati Saiful Ilah yang hadir dalam peresmian mengusulkan kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan agar jumlah pemasangan jargas diperbanyak lagi. Menurut Saiful Ilah, jumlah rumah tangga di kabupaten Sidoarjo mencapai 500 ribu.
“Saat ini yang terpasang jargas masih 17 ribuan, masih kurang banyak, kalau bisa Pak Menteri bisa menambah lagi sambungan jargasnya, mengingat daerah Sidoarjo ini kandungan minyak dan gas nya tinggi, setidaknya karena tempat pengeborannya di wilayah Sidoarjo kuota jargasnya ditambah”, kata Saiful Ilah.
Bupati Saiful Ilah mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, dengan dibantunya pemasangan jargas  warga tidak lagi menggunakan LPG, termasuk para nelayan yang mendapat bantuan konkit, mereka bisa menghemat pengeluaran sampai 50 persen. (try/ir)
post-top-smn

Baca berita terkait