Wednesday, 19 December 2018

5.000 GTT Dan PTT Akan Diikutkan BPJS Kesehatan Tahun Depan

post-top-smn
Kabag Humas dan Protokol Setda Lumajang, Drs Azis Faturrozi

Kabag Humas dan Protokol Setda Lumajang, Drs Azis Faturrozi

Lumajang, SMN – Ada sekitar 5.000 Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) akan diikutsertakan pada program jaminan perlindungan BPJS Kesehatan.
Bupati Lumajang Drs. H. Asat Malik M. A.g. melalui Kabag Humas Dan Protokol Drs. Aziz Faturrozi, kepada media menjelaskan bahwa hal itu dilakukan untuk memberikan perlindungan kesehatan pada loyalitas mereka.
“Memang ada lebih dari 5000 orang GTT dan PTT akan diikut sertakan asuransi melalui BPJS Kesehatan,” kata Azis tadi pagi kepada wartawan.
Aziz juga menyampaikan bahwa upaya tersebut akan dilaunching atau dapat di realisasikan awal Januari 2018 mendatang.
“Adapun yang menjadi motivasi program tersebut adalah bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Lumajang terhadap GTT dan PTT, yang rata-rata gajinya sangat minim,” jelasnya lagi.
Rencananya, menurut Azis anggaran jaminan sosial kesehatan tersebut akan diambilkan dari anggaran APBD.
“Inilah sebuah bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Lumajang terhadap guru atau pegawai honorer tersebut,” bebernya.
Dan kebijakan ini, setidaknya dapat meningkatkan kesejahteraan bagi GTT dan PTT yang mana pembayaran preminya sudah dialokasikan khusus, sehingga tidak perlu mengeluarkan anggaran pribadi.
“Ini sudah menjadi hak mereka (GTT dan PTT) karena bentuk pembayarannya sudah include untuk membayarkan premi BPJS,” ujarnya.
Diungkapkan pula oleh Azis, bahwa tiap keluarga yang terdiri dari satu suami, satu istri dan tiga orang anak hanya dianggarkan 5 persen dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) kisarannya sekitar Rp 78 ribu.
“Kan lumayan, dari lima orang dalam satu keluarga yang dianggarkan 5 persen dari UMK, selebihnya dibayarkan APBD,” pungkasnya.

post-top-smn

Baca berita terkait