Tuesday, 12 December 2017

4 Bulan Di Isi PJ, Dinasti Sutrisno Terancam Tumbang

post-top-smn

Pemilihan Bupati Kediri hingga saat ini kurang satu tahun lagi. Masing-masing parpol sudah memanasi mesin partainya  untuk melakukan penjaringan bakal calon Bupati yang rencanya akan di selenggarakan pada pertengahan Desember mendatang.

Komisioner KPUD Kabupaten Kediri, Syamsuri menjelaskan, kalau sesui Peraturan KPU rancangan Pilkada Kabupaten Kediri akan digelar pada pertengahan Desember. Tepatanya 16 Desmber 2015 mendatang akan dilaksanakan pemungutan suara.

Sementara untuk pendaftaran bakal calon akan dilaksanakan pada Februari bulan depan. Berikutnya untuk Maret hingga April akan diadakan pembentukan panitia uji publik. Dan pelaksaanaan uji public sendiri akan digelar pada Mei.Dan untuk bakal calon bupati jalur perseorangan, penyerahan dukunganya akan dilaksanakan Juli. “ Jadwal ini masih bisa berubah, karena masih menunggu persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” jelasnya, Senin (5/12).

Syamsuri menambahkan, saat bakal calon mendaftarkan sebagai Bupati, jabatan yang diembannya harus diletakkan. Seperti pejabat BUMN ,BUMD, TNI maupun Polri hingga PNS. Tidak hanya itu saja, pejabat penyelenggara Pemilu, ketika ingin mendftarkan bakal calon bupati juga harus meletakkan jabatanya. “ Tetapi untuk Bupati incumbent, ketika mendaftar bakal calon, tidak harus meletakkan jabatannya, karena tidak diatur dalam undang-udang,” jelasnya lebih lanjut.

Meskipun begitu, menurut Syamsuri  Bupati Hariyanti jabatanya akan berakhir pada 19 Agustus mendatang. Disaat itulah antara Agustus hingga Desember jabatan Bupati akan di isi oleh Pengganti jabatan (PJ) dari provinsi Jawatimur atau eselon tertinggi yang ada di Kabupaten Kediri.” Disaat itulah KPUD bersama Panwas akan mengawasi agar Pengganti Jabatan Bupati tidak memihak pada salah satu calon yang ada. Bahkan kami akan memagari mulai dari petugas PPS hingga PPK agar benar-benar independent,” urainya.

Hal senada juga diutarakan oleh Triwiyanto, aggota DPRD dari fraksi Demokart. Dirinya mengaku ketika jabatan Bupati diisi oleh PJ, dirinya akan menjadi terdepan untuk mengawasi agar tidak memihak pada salah satu calon manapun.” Saya berharap agar pertaruangan Pilbub mendatang bisa suportif,” ujarnya.

Sementara itu pengamat politik dari LSM Insani Bangsa Kediri, Mustaid, menjelaskan kalau saat ini Dinasti Sutrino diduga sering menggunakan kekuatan birokrasi dalam agenda Pilbub. Sehingga kedepan apabaila PJ bisa independent, mejadi celah bagi Parpol lain untuk menumbangkan Dinasti Sutrisno.” Apalagi infonya, Hubungan Pak Dhe Karwo dengan Mantan Bupati Sutrisno kurang akrab. Sehingga kemunkinan besar yang mengisi PJ kedepan, adalah orang yang tidak memihak incumbent,” katanya.

post-top-smn

Baca berita terkait