Friday, 19 April 2019

3 Wanita Digaruk “Operasi Pekat” SatPol PP, Diduga PSK dan Mucikarinya

post-top-smn

PROBOLINGGO KAB, SMN — Demi memenuhi kebutuhan lebaran 1439 H, tiga orang ibu-ibu yang dua orang diduga berlaku sebagai penjaja seks komersil (PSK) dan seorang diduga mucikari, digaruk Satpol PP dalam operasi pekat siang tadi.

Menurut Kasi Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo kepada media mengatakan bahwa operasinkali ini dilaksanakan di dua tempat.

Salah satu tempat prostitusi di Kecamatan Lumbang Satpol PP berhasil menggaruk ketiga wanita tersebut, biarpun awalnya sempat berkelit kepada petugas.

“Kami kerahkan 15 porsenil dari Satpol PP Kabupaten Probolinggo, dengan lokasi pertama di Dusun Waturintih, Desa/Kecamatan Lumbang,” kata Budi Utomo kepada wartawan.

“Memang awalnya ada satu diduga PSK berkelit saat ditanyai petugas, namun setelah didesak akhirnya mengaku juga,” tambahnya.

Operasi ini diduga telah bocor, karena banyak kamar-kamar kosong setelah petugas datang dilokasi tersebut. Namun ketiga wanita tersebut langsung digelandang ke markas Satpol PP, karena tidak memiliki E-KTP atau identitas lainnya.

Selanjutnya, giat operasi pekat tersebut dilanjutkan ke lokasi kedua di Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, namun dari 15 kamar yang ada semua juga kosong tanpa penghuninya.

“Diduga ada hidung belang yang membocorkan informasi operasi ini, jadi semua PSK menghilang semuanya,” ujarnya.

Razia ini kata Budi Utomo dilakukan karena ada laporan dari warga dan razia ini memberikan rasa nyaman kepada masyarakat saat melaksanakan ibadah puasa ramadhan tahun ini.

Seorang PSK sempat berontak saat dimintai keterangan oleh petugas dan berkelit kalau dirinya bukan PSK yang menjual diri di tempat tersebut.

“Saya kesini hanya mengambil uang saja. Dan saya tidak mengetahui tempat ini,” dalih salah satu terduga PSK, kepada petugas waktu itu. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait