Wednesday, 26 June 2019

24 SMA dan SMK di Mojokerto Akan Dikelola Pemprov Jatim

post-top-smn

Tut wuri Handayani Mojokerto, SMN – Dinas Pendidikan baik Kabupaten maupun Kota Mojokerto masih menunggu hasil gugatan MK dan deadline alih kelola sekolah pada Oktober 2016 mendatang.

Jika hasil gugatan menyatakan Dinas Pendidikan harus menyerahkan kewenangan pada Provinsi Jawa Timur, maka ada 24 SMA dan SMK yang bakal dikelola provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Yoko Priyono mengaku, jika saat ini pihaknya masih menunggu hasil gugatan ke MK terkait alih kelola kewenangan ke Provinsi Jawa Timur.

“Ini juga masih menunggu hasil gugatan itu tapi kami juga sudah siap menyerahkan semua aset sekolah ke provinsi jika memang harus dikelola provinsi,” ungkapnya, Rabu (20/7/2016).

Masih kata Yoko, jika memang hasil gugatan Dinas Pendidikan harus menyerahkan kewenangan pada provinsi, maka mau tak mau pemkab harus mematuhi UU No 23/2014 tentang Pemerintah Daerah.

Dalam UU itu dicantumkan soal pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten atau kota.

“Salah satu adalah pembagian urusan pemerintahan bidang pendidikan dan kami harus patuh dengan aturan ini..Ada 19 sekolah SMA dan SMK di Kabupaten Mojokerto yang akan alih kelola ke Jatim, terdiri dari 11 SMA dan delapan SMK. Alih kelola sekolah ini meliputi aset, SDM (guru) dan keuangan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Sunardi menjelaskan, di Kota Mojokerto ada lima sekolah yang alih kelola pada Provinsi Jawa Timur yang terdiri atas tiga SMA dan dua SMK. “Kami harus siap dengan perubahan ini, dimana semua aset, tenaga dan keuangan akan ditangani provinsi,” ujarnya.

Dengan adanya alih kelola tersebut, lanjut Sunardi, maka nantinya struktur organisasi di Dinas Pendidikan juga akan berubah. Bidang pendidikan menengah akan dihilangkan sehingga Dinas Pendidikan hanya fokus menangani SMP dan SD saja. Meski beban tugas berkurang, namun kualitas pengelolaan bakal tak berbeda jauh ketika mengelola SMA dan SMK.

post-top-smn

Baca berita terkait