Monday, 23 July 2018

2 Oknum TNI Diperiksa, Atas Kasus Penganiayaan Oryza Wartawan beritajatim.com

post-top-smn

JEMBER, SMN – Pertemuan sejumlah wartawan dan Kapolres, Danbrig, Dandim 0824 serta Komandan Sub Denpom Jember di ruang Rupatama Mapolres Jember, berjanji akan mengusut tuntas kasus ini tidak lebih dari 1 X 24 jam.

“Kami akan serius menangani kasus ini secepat mungkin dan tidak lebih dari 1X24 jam, terlebih dalam kasus ini pihak kepolisian memiliki segudang informasi yang bisa digali datanya, dan tadi malam kami juga sudah memeriksa saksi-saksi dan pelatih, dan akan kami deteksi mana yang sipil dan mana yang oknum TNI, untuk sipil penanganan akan dilanjutkan oleh Polres dan oknum TNI, berkasnya akan diserahkan ke Sub Denpom,” ujar Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MHum.

Dari hasil tersebut, Kapolres Jember menyebutkan bahwa 2 oknum TNI yang sudah diperiksa di internal kesatuannya.

“Untuk oknum dari anggota TNI yang sudah diperiksa di internal kesatuannya, dan saat ini masih ada dua, dan nanti Danbrig yang akan menjelaskan,” ujar Kapolres Jember.

Ini buntut dari kasus kekerasan yang menimpa Oryza Ardiansyah Wirawan wartawan online beritajatin.com yang menjadi korban saat meliput pertandingan sepak bola Liga 3 antara Persid versus Dharaka Sindo, dan ternyata terus dikembangkan dan menjadi prioritas dalam pengusutannya oleh jajaran Polres Jember.

Dalam pertemuan tersebut selain dihadiri sejumlah wartawan juga dihadiri oleh Komandan Brigif 9/2 Jember Kolonel Inf Robby Suryadi, Kasbrig Letkol Inf Rudianto, Dandim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar serta SubDenPom Jember Lettu CPM Aminudin Rahmad.

Sementara itu, Komandan Brigif 9/2 Jember, Kolonel Inf Robby Suryadi, pada kesempatan tersebut memyampaikan jika pihaknyan sudah memeriksa 2 anggotanya, yang mana 1 diantaranya seorang perwira yang pada saat kejadian merampas HP korban, dan 1 lagi prajurit yang melakukan penganiayaan.

“Ada dua oknum anggota kami yang sudah kami periksa, yaitu Perwira dengan pangkat Letnan Satu inisial S dan prajurit dengan inisial W, soal bagaimana keterlibatan keduanya sudah kami dalami dan kami akan menunggu hasil pemberkasan dari Polres untuk pelimpahan penanganan Denpom,” terang Robby.

Sementara untuk pemainnya, kata Danbrig menjelaskan masih menunggu perkembangan penyidikan dari Satreskrim Polres Jember.

“Kasus ini masih akan terus dikembangkan, siapa saja pemain yang melakukan penganiayaan, apakah ada oknum TNI juga, masih kami lakukan deteksi,” paparnya lagi.

Sedangkan Perwakilan dari PWI Kabupaten Jember, Ahmad Winarno, yang ikut hadir pada pertemuan berharap agar kasus ini dalam penanganannya dilakukan secara transparan dan tidak ditutup tutupi, sehingga bisa dijadikan pelajaran dan instropeksi semua pihak.

“Kami berharap kasus ini diusut sampai tuntas dan tidak ada yang ditutup-tutupi, dan kami semua berharap kejadian ini pertama dan terakhir terjadi di Jember,” ujar Winarno.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris AJI Kota Jember, Mahrus Sholeh meminta agar kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya dijerat sesua UU no. 40 tahun 1999.

“Kami mengutuk aksi kekerasan terhadap sejawat kami Mas Oryza, dan meminta agar pihak-pihak yang terlibat penganiayaan dijerat dengan UU Pers no 40 tahun 1999,” ungkap Mahrus.

Sementara Komandan Sub Denpom Jember, Lettu CPM Aminudin Rahmat yang ikut hadir pada pertemuan tersebut, berjanji akan melakukan pemeriksaan secara transparan dan mempersilahkan wartawan untuk ikut mengawasi maupun mengikutinya.

“Kami persilahkan kalau ada rekan-rekan wartawan yang ingin mengikuti perkembangan pemeriksaan, karena jalannya pemeriksaan di Denpom sama dengan pemeriksaan di Mapolres, tidak ada yang disembunyikan,” beber Lettu CPM Aminudin Rahmat kepada sejumlah wartawan. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait