Friday, 19 April 2019

13 Al-Qur’an Berceceran di GKJW

post-top-smn
Petugas Kepolisian saat melakukan penyelidikan di GKJW

Petugas Kepolisian saat melakukan penyelidikan di GKJW

Kediri, SMN – Sebanyak 13 Alquran telah diketahui berserakan di halaman Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kelurahan Pesantren Kota Kediri. Kini kasus tersebut langsung ditangani Polres Kediri Kota.

Dijelaskan Kapolsekta Pesantren, AKP Sucipto, bahwa pihaknya sedang mengamankan 13 buah kitab Alquran dan saat ini meminta keterangan kepada sejumlah pihak. Terkait pelaku, pihak kepolisian menduga pelaku lebih dari satu orang dengan mengendarai sepeda motor.

Sejumlah saksi mata menjelaskan saat warga sepulang menunaikan jamaah salat subuh, dikagetkan dengan kitab suci yang berserakan di halaman gereja yang sedang tahap renovasi. Setelah dilihat lebih dekat, sontak para jamaah ini kaget dan segera melapokan temuan ini kepada Widodo, Ketua RT setempat.

Mendapat laporan warga, petugas Polri dan TNI berdatangan dan segera mengamankan lokasi kejadian untuk melakukan Olah TKP.

“Polisi dan TNI datang, kemudian memasang batas police line. Kemudian kitab–kitab suci yang berserakan tersebut dimasukkan diamankan polisi. Saat pergi, kemudian batas tadi terus dilepas. Ada beberapa tetangga kami yang diajak ke Polsek,” jelas Aldo Dhana, warga yang tinggal di utara gereja.

Kapolsekta Pesantren membenarkan bahwa pihaknya mengamankan 13 buah kitab suci Alquran, di mana 8 kitab masih dalam kondisi baru, sementara 7 kitab lain sudah bekas alias lama.

“Informasi yang kami dapat, pelaku lebih dari satu dan mengendarai motor. Kami berharap bila ada yang merasa kehilangan kitab Alquran atau mengetahui pelaku, dimohon kerjasamanya untuk mengungkap kasus ini,” jelas AKP Sucipto.

Atas kejadian ini, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar berharap agar permasalahan ini semakin meningkatkan keharmonisan, apalagi di Kota Kediri terdapat Forum Komunikasi Umat Beragama dan Penghayat Kepercayaan (FKUB–PK).

“Mari saling menghargai  baik yang lemah dan kuat, menjaga keharmonisan antar pemeluk agama. Kami berharap segera diselesaikan, karena kuatir nanti pelakunya orang stress,” jelas Walikota akrab dipanggil Mas Abu. Dengan ini, tampaknya ada kelompok yang ingin menghancurkan harmoni Kediri.(bad)

post-top-smn

Baca berita terkait